Ingat mati


July 18, 2007 Oleh Hj. Vitri Avifah Wijayanti, SE.‘Selamat ulang tahun ya… Semoga panjang umur’. Kalimat itu biasa diucapkan kepada teman atau orang yang sedang berulang tahun. Setiap orang kelihatan bahagia jika datang hari ulang tahun. Semua orang berharap akan bisa punya umur yang panjang agar bisa menikmati hidup lebih lama lagi. Tapi apakah semua orang ingat bahwa jatah hidupnya di dunia semakin berkurang setiap harinya? Apakah semua orang sadar bahwa kematian bisa datang sewaktu-waktu? Apakah semua orang tahu bahwa setiap orang akan dimintai pertanggung jawabannya oleh Alloh SWT atas segala amalan, tingkah laku dan perbuatannya selama hidup di dunia?Alloh SWT telah berfirman dalam QS Al-Ambiyaa 21:35: “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Alloh akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan hanya kepada Alloh-lah kamu dikembalikan”. Mati itu hanya sesaat di rasakan oleh setiap manusia, karena setelah mayat dikebumikan dan ditinggalkan beberapa langkah oleh sanak keluarga dan handai taulan si mayat akan dibangunkan kembali oleh malaikat di alam kubur untuk mempertanggung jawabkan segala apa yang telah dilakukan selama hidup di dunia, sebagaimana janji Alloh dalam QS. Adz Dzariyaat 51:6: “Sesungguhnya pembalasan pasti terjadi”.Kebanyakan dari kita ngeri membicarakan tentang kematian. Jangankan membicarakan, membayangkannya saja kita tidak berani. Mengapa demikian??? Jawabannya adalah karena kita tidak siap menghadapi peristiwa setelah kematian. Padahal, siap tidak siap kita pasti akan menjalaninya. Siap tidak siap kematian pasti akan datang menjemput. Daripada selalu berdalih tidak siap lebih baik mulai dari sekarang kita mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian.Persiapan terbaik adalah dengan selalu mengingat mati. Yakinkan pada diri kita bahwa kematian adalah pintu menuju Alloh. Kematian adalah jalan menuju tempat yang indah dan abadi berupa surga, namun kematian dapat pula merupakan jalan menuju tempat yang penuh siksa abadi yaitu neraka. Rosululloh SAW pernah bersabda bahwa setelah mati hanya ada dua tempat kembali yaitu surga dan neraka, oleh karena itu dengan selalu mengingat mati kita akan selalu berusaha agar setiap tindakan yang kita lakukan merupakan langkah-langkah menuju surga yang penuh kenikmatan dan terhindar dari neraka yang penuh dengan siksa.Hanya mengingat mati tanpa melakukan amal ibadah yang benar adalah perbuatan sia-sia. Karena Alloh SWT telah berfirman dalam QS. Adz Dzariyaat 51:56: “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku”. Alloh juga menegaskan dalam Q.S. An Nisa 4:13: hanya orang yang taat kepada Nya dan kepada Rosulnya yang dapat masuk surga. Sedangkan orang yang mendurhakai Alloh dan Rosul-Nya serta melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, akan dimasukkan ke dalam api neraka (Q.S. An Nisa 4:14).Rosululloh pernah berkata orang yang paling cerdas adalah orang yang selalu mengingat mati. Dengan kata lain orang yang paling cerdas adalah orang yang mempunyai visi jauh ke depan. Dengan selalu mengingat visi atau tujuan hidupnya ia akan selalu bergairah melangkah ke depan. Visi seorang muslim tidak hanya dibatasi oleh kehidupan di dunia ini saja namun lebih dari itu, visinya jauh melintasi batas kehidupan di dunia. Visi seorang muslim adalah memperoleh ridho dari Alloh dan terhindar dari murka-Nya. Oleh karena itu dalam perjalanan hidup yang singkat ini dia akan selalu menjaga dirinya dengan melakukan amal ibadah yang benar sesuai dengan ketentuan Alloh yang tercantum dalam Al-Quran dan contoh dari Rosululloh yang terdapat dalam Hadits, serta berusaha semaksimal mungkin untuk menjauhi segala larangan-Nya.Terkadang kita takut mati karena kematian akan memisahkan kita dengan orang-orang yang kita cintai. Orang tua, saudara, suami/istri, anak. Ini menandakan kita lebih mencintai mereka ketimbang Alloh. Jika kita benar-benar cinta kepada Alloh maka kematian ibarat sebuah undangan mesra dari Alloh. Namun begitu kita tidak boleh meminta untuk mati. Mati sia-sia dan tanpa alasan yang jelas justru akan menjauhkan kita dari Allah. Mati bunuh diri adalah wujud keputus asaan atas kasih sayang Alloh. Ingin segera mati karena kesulitan dunia menandakan kita ingin lari dari kenyataan hidup.Hakekat kehidupan manusia adalah sebuah perjalanan kembali menuju Alloh. Dalam perjalanan yang singkat ini ada yang kembali dengan selamat, namun ada yang tersesat di neraka. Kita terlalu disibukkan oleh dunia hingga merasa bahwa dunia inilah kehidupan yang sebenarnya. Kita seakan lupa bahwa hidup ini hanya sekedar mampir untuk mencari bekal pulang. Kemilaunya keindahan dunia membuat kita terlena bahkan lupa untuk menapaki jalan pulang ke tempat yang abadi.Akhirnya orang yang selamat adalah orang yang menyadari bahwa semua harta dan kekuasaan adalah sarana untuk bisa kembali kepada Alloh. Jasadnya mungkin bersimbah keluh berkuah keringat, banting tulang menundukkan dunia namun hatinya tetap hanya terpaut pada Alloh SWT. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa kerja keras, berfikir cerdas dan berhati ikhlas serta taat kepada Alloh dan Rosul-Nya dengan menjalankan segala perintah-Nya sekuat kemampuan kita dan menjauhi semua larangan-Nya tanpa kecuali. Ternyata ingat mati menjadi bagian yang sangat penting setelah doa dan ikhtiar kita dalam memelihara iman di relung kalbu ini. Artinya kalau ingin meninggal dalam keadaan khusnul khatimah, maka selalulah ingat mati.Q.S. Al Baqoroh 2:147: Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.

No comments: