Beberapa Dalil Tentang Zina

Maaf, Hanya mengingatkan saja....

وَلاَ تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيْلاً٭سورة الإسراء 32
Alloh SWT berfirman : "Dan jangalah kalian dekat-dekat dengan zina, karena sesungguhnya zina itu kotor dan sejelek-jeleknya jalan" (Surat Al Isro' 32)


عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَا مَعْشَرَ الْمُسْلِمِيْنَ اتَّقُوا الزِّنَا فَإِنَّ فِيْهِ سِتَّ خِصَالٍ ثَلاَثَةٌ فِى الدُّنْيَا وَثَلاَثَةٌ فِى الاۤخِرَةِ فَأَمَّا الَّتِى فِى الدُّنْيَا فَذِهَابُ بَهَاءِ الْوَجْهِ وَقْصُر الْعُمُرِ وَدَوَامُ الْفَقْرِ وَأَمَّا الَّتِى فِى اْلاۤخِرَةِ فَسُخْتُ اللهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى وَسُوْءُ الْحِسَابِ وَعَذَابُ الاۤخِرَةِ٭رواه البيهقى
Dari Nabi SAW bersabda : "Wahai kaum muslimin, takutlah kamu sekalian pada zina sebab didalamnya ada 6 perkara (yang pasti ditetapi), 3 perkara di dunia dan 3 perkara di akhirot. Adapun 3 perkara di dunia adalah hilangnya kewibawaan wajah, pendeknya umur dan kekalnya kefakiran, sedangkan 3 perkara di akhirot adalah murka Alloh yang Maha Barokah dan Maha Luhur, jeleknya hisaban dan siksa akhirot" (HR Baihaqi)


عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : سَبْعَةٌ لاَ يَنْظُرُ اللهُ إِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلاَ يُزَكِّيْهِمْ وَلاَ يَجْمَعُهُمْ مَعَ الْعَامِلِيْنَ وَيُدْخِلُهُمُ النَّارَ اَوَّلَ الدَّاخِلِيْنَ اِلاَّ اَنْ يَتُوْبُوْا وَمَنْ تَابَ تَابَ اللهُ عَلَيْهِ النَّاكِحُ يَدَهُ وَالْفَاعِلُ وَالْمَفْعُوْلُ بِهِ وَمُدْمِنُ الْخَمْرِ وَالضَّارِبُ وَالِدَيْهِ حَتَّى يَسْتَغِيْثَا وَالْمُؤْذِى جِيْرَانَهُ حَتَّى يَلْعَنُوْهُ وَالنَّاكِحُ حَلِيْلَةَ جَارِهِ٭رواه الإمام الحسان بن عرفة
Dari Anas bin Malik dari Nabi SAW bersabda : "Ada 7 golongan yang tidak akan dilihat dan disucikan (dari dosa) oleh Alloh pada hari kiamat, dan mereka tidak Alloh kumpulkan bersama orang-orang yang beramal dan Alloh masukkan mereka ke neraka pertama kali, kecuali jika mereka mau bertobat, maka Alloh menerima taubat mereka :

1. Orang yang menikah dengan tangannya (onani/masturbasi),
2. Orang yang mengerjai dan dikerjai (bi-seksual),
3. Orang yang membiasakan minum khomr,
4. Orang yang memukul orang tuanya hingga kedua orang tuanya meminta tolong,
5. Orang yang menyakiti tetangganya sehingga tetangganya melaknatinya dan
6. Orang yang menikahi (menzinai) kehalalan (istri) tetangganya"
(HR Imam Hasan bin Arofah)

إِنًّ اْلإِيْمَانَ سِرْبَالٌ يُسَرْبِلُهُ اللهُ مَنْ يَشَاءُ فَإِذَا زَنَى الْعَبْدُ نَزَعَ اللهُ مِنْهُ سِرْبَالَ اْلإِيْمَانِ فَإِنْ تَابَ رَدَّهُ عَلَيْهِ * رواه البيهقى عن أنس
Sesungguhnya iman itu ibarat pakaian yang dipakaikan Alloh kepada orang-orang yang yang dia kehendaki. Maka ketika seorang hamba berzina, Alloh mencabut baju iman itu darinya, dan jika dia bertaubat maka Alloh akan mengembalikannya pada hamba itu (HR Baihaqi dari Anas)

مَنْ زَنَى أَوْ شَرِبَ الْخَمْرَ نَزَعَ اللهُ مِنْهُ اْلإِيْمَانَ كَمَا يَخْلَعُ اْلإِنْسَانُ الْقَمِيْصَ مِنْ رَأْسِهِ٭رواه الحاكم
"Barangsiapa yang zina atau meminum khomr, maka Alloh mencabut keimanannya sebagaimana melepasnya manusia pada qomisnya dari kepalanya" (HR Malik)

إِنَّ مِمَّا أَخْشَى عَلَيْكُمْ شَهَوَاتِ الْغَيِّ فِي بُطُوْنِكُمْ وَفُرُوْجِكُمْ وَمُضِلاَّتِ الْهَوَى * رواه أحمد عن أبى برزة
Sesungguhnya yang lebih aku (Muhammad) khwatirkan terhadap kalian adalah syahwat/ keinginan-keinginan yang durhaka, dalam urusan perut dan farji kalian, serta hawa nafsu yang menyesatkan (HR Ahmad dari Abi Barzah)


مَا مِنْ ذَنْبٍ بَعْدَ الشِّرْكِ أَعْظَمَ عِنْدَ اللهِ مِنْ نُطْفَةٍ وَضَعَهَا رَجُلٌ فِيْ رَحْمٍ لاَ يَحِلُّ لَهُ * رواه ابن ابى الدنيا عن الهيثم بن مالك
Tidak ada dosa yang lebih besar disisi Alloh setelah syirik daripada mani yang diletakkkan seorang laki-laki kedalam rahim wanita yang tidak halal baginya (HR Ibnu Abid Dunya dari Haytsam bin Malik)


إِنَّ إِبْلِيْسَ يَبُثُّ جُنُوْدَهُ فِى ﭐْلأَرْضِ وَيَقُوْلُ لَهُمْ أَيُّكُمْ أَضَلَّ مُسْلِمًا أُلْبِسُهُ ﭐلتَّاجَ عَلَى رَأْسِهِ فَأَعْظَمُهُمْ فِتْنَةً أَقَرْبَهُمْ إِلَيْهِ مَنْزِيْلَةً فَيَجِئُ إِلَيْهِ أَحَدُهُمْ فَيَقُوْلُ لَهُمْ لَمْ أَزَلْ بِفُلاَنٍ حَتَّى طَلَقَ ﭐمْرَأَتَهُ فَبَقُوْلُ مَا صَنَعْتَ شَيْئًا سَوْفَ يَتَزَوَّجُ غَبْرَهَا. ثُمَّ يَجِئُ ﭐلأخَرُ فَيَقُوْلُ لَمْ أَزَلْ بِفُلاَنٍ حَتىَّ أَلْقَيْتُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيْهِ ﭐلْعَدَاوَةَ فَيَقُوْلُ مَا صَنَعْتَ شَيْئًا سَوْفَ يُصَالِحُهُ.

ثُمَّ يَجِئُ ﭐلأخَرُ فَيَقُوْلُ لَمْ أَزَلْ بِهِ حَتىَّ زَنى فَيَقُوْلُ إِبْلِيْسَ نِعْمَ مَا فَعَلْتَ فَيُدْنِيْهِ[RAA1] مِنْهُ[RAA2] وَيَضَعُ ﭐلتَّاجَ عَلَى رَأْسِهِ * روي في الزوجر ج 2 ص 137

Sesungguhnya IBLIS menyebar bala tentaranya di bumi dan berkata :

Siapapun diantara kalian yang bisa menyesatkan manusia, maka akan kupakaikan mahkota diatas kepalanya !" Maka yang paling besar diantara mereka fitnahnya/merusakny a (terhadap manusia) maka dia adalah lebih dekat kedudukannya (disisi Iblis). Maka didatangkan salahseorang diantara (bala tentara)nya.

Dia berkata : "Aku tidak henti-hentinya (menggoda) seorang fulan, hingga akhirnya dia mencerai istrinya".

Berkata Iblis : Kamu belum berbuat apa-apa. (Fulan itu) akan menikahi wanita yang lain !".

Kemudian didatangkan seorang yang lain : "Aku tidak henti2nya (menggoda) fulan sehingga akhirnya aku menumbuhkan permusuhan antara fulan itu dengan saudaranya !".

Berkata Iblis : "Kamu belum berbuat apa-apa, Fulan itu akan berdamai dengan saudaranya!" .

Kemudian didatangkan seorang yang lain : "Tidak henti-hentinya aku (menggoda) pada fulan sehingga dia berbuat zina !".

Maka berkatalah Iblis : " (Inilah) sebaik2nya yang kamu usahakan !" Kemudian iblis mendekatkan tentara tersebut kepadanya dan Iblis memakaikan mahkota diatas kepala sang tentara tersebut. (Diriwiyatkan dalam Az Zawajir Juz 2 Hlm 137)

إِنَّهُ مَنْ وَضَعَ يَدَهُ عَلَى ﭐمْرَأَةٍ لاَ تَحِلُّ لَهُ بِشَهْوَةٍ جَاءَ يَوْمَ ﭐلْقِيَامَةِ مَغْلُوْلَةً يَدُهُ إِلَى عُنُقِهِ فَإِنْ قَبَّلَهَا قُرِضَتْ شَفَتَاهُ فِى ﭐلنَّارِ. فَإِنْ زَنى بِهَا نَطَقَتْ فَخِذُهُ وَشَهِدَتْ عَلَيْهِ يَوْمَ ﭐلْقِيَامَةِ وَقَالَتْ أَنَا لِلْحَرَامِ رَكِبْتُ, فَيَنْظُرُ اللهُ إِلَيْهِ بِعَيْنِ ﭐلْغَضَبِ فَيَقَعُ لَحْمُ وَجْهِهِ فَيُكَابِرُ وَيَقُوْلُ مَا فَعَلْتَ , فَيَشْهَدُ عَلِيْهِ لِسِانُهُ وَيَقُوْلُ أَنَا بِمَا لاَ يَحِلُّ لِي نَطَقْتُ وَتَقُوْلُ يَدَاهُ أَنَا لِلْحَرَامِ تَنَاوَلْتُ وَتَقُوْلُ عَيْنُهُ أَنَا لِلْحَرَامِ نَظَرْتُ وَتَقُوْلُ رِجْلُهُ إِنَّا لِمَا لاَ يَحِلُّ لِي مَشَيْتُ وَيَقُوْلُ فَرْجُهُ أَنَا فَعَلْتُ وَيَقُوْلُ ﭐلْحَافِظُ مِنَ ﭐلْمَلاَئِكَةِ وَأَنَا سَمِعْتُ وَيَقُوْلُ ﭐلْمَلَكُ اْلأخَرُ وَأَنَا كَتَبْتُ, وَيَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى وَأَنَا ﭐطَّلَعْتُ وَسَتَرْتُ ثُمَّ يَقُوْلُ يَا مَلاَئِكَتِي خُذُوْهُ وَمِنْ عَذَابِي أَذِيْقُوْهُ فَقَدِشْتَدَّ غَضَبِي عَلَى مَنْ قَلَّ حَيَاؤُهُ مِنِّي * روي في الزوجر ج 2 ص 137

Sesungguhnya barangsiapa yang meletakkan tangannya (memegang) perempuan yang tidak halal baginya dengan syahwat, maka dia datang di hari kiamat dengan tangan dibelenggu pada lehernya.

Maka jika dia mencium (perempuan) itu, maka diguntinglah bibirnya di dalam neraka.

Maka jika dia zina, maka berbicaralah pahanya dan dia bersaksi untuk tuannya di hari kiamat.

Berkatalah si paha : " Aku dengan (perempuan) yang haram, digunakan untuk menaikinya (menzinainya)".

Maka Alloh melihat pada orang tersebuit dengan tatapan murka, maka jatuhlah daging wajah orang itu dan bengkaklah dia.

Alloh berfirman : "Apa yang telah kamu perbuat ?".

Maka bersaksi untuk orang tersebut lisannya, dan berkata : "Terhadap apa-apa (perempuan) yang haram bagiku, telah bicara aku",

Berkata tangannya : "Terhadap (perempuan) yang haram bagiku, telah lung-lungan aku", --> memberi sesuatu secara langsung dari tangan Fulan ke tangan Fulanah yg bukan mahromnya.

Berkata matanya : "Terhadap (perempuan) yang haram bagiku, telah melihat aku",

Berkata kakinya : "Terhadap (perempuan) yang tidak halal bagiku, telah berjalan aku"

Dan berkata farjinya : "Dan akulah yang melakukan (zina)".

Maka berkata Malaikat Hafadhoh dari golongan malaikat : "Dan aku mendengar (perbuatannya) ", berkata beberapa malaikat yang lain : "Dan aku yang mencatat (perbuatannya) ".

Dan Alloh Ta'ala berfirman : Dan Akulah yang menampakkan sesuatu dan merahasiakannya (maka Aku mengetahui semuanya),

kemudian Dia berfirman : " Wahai para Malaikatku, tangkaplah orang tersebut dan dalam siksaKu, merasakanlah kalian pada orang itu, maka sungguh telah memuncak murkaKu atas orang yang sedikit malunya terhadapKu (Diriwayatkan dalam Az Zawajir Juz 2 Hlm 137)


لاَ تَزَالُ أُمَّتىِ بِخَيْرٍ مَالَمْ يَفْشُ فِيْهِمْ ﭐلزِّنَا فَإِذَا فَشَا فِيْهِمُ ﭐلزِّنَا فَأَوْشَكَ أَنْ يَعُمَّهُمُ اللهُ بِعَذَابٍ * رواه أحمد
Tidak henti2nya ummatku dalam kebaikan selama belum tersebar zina di kalangan mereka. Maka jika tersebar zina, maka hampir apabila meratakan siksa atas mereka (HR Ahmad)

مَا ظَهَرَ فِى قَوْمٍ ﭐلزِّنَا وَﭐلرِّبَا إِلاَّ أَحََلُّوْا بِأَنْفُسِهِمْ عَذَابَ اللهِ * رواه أبو يعلى
Tidaklah tampak dalam suatu kaum: "zina dan riba", melainkan mereka menurunkan adzab Alloh pada diri mereka sendiri (HR Abu Ya'la)

6 comments:

Ipank said...

Jazzakalloh,.Ijin Kopi ya Akh/Ukh...

Anonymous said...

subhanallah,,, hmm,,, ni artikel yg sgt bgus,, jd truskan saja bakat anda,, dan kembangkan lg karya" anda yg lain,,, :)

afifah.azzahrani^^$weeTy said...

afwan boleh diskusi???

chiekung motivasi said...

siiiippppzz

Anonymous said...

bgaimana hukumnya menikahkan si pezinah yg tlh hmil dahulu?

Zapus Fhoto said...

Bagus banget!!!