Medan magnet pada rel kereta api



Dikutip dari DETIK.COM Edisi Kamis, 4-11-2004

detikcom - Surabaya, Tragedi kendaraan ditabrak KA di lintasan rel, masih
saja terjadi. Terakhir, Rabu (4/11/2004) kemarin, seorang mahasiswa tewas
setelah mobil VW Combinya ditabrak KA di lintasan rel di kawasan Pasar
Minggu, Jakarta Selatan. Banyak faktor yang mengakibatkan hal itu. Bisa
jadi, gara-gara mobil yang melewati rel itu mogok.

Ya, mobil mogok saat melintasi rel, juga sudah banyak kisahnya. Apalagi,
bila mobil tersebut berbahan bakar bensin. Pasalnya, kendaraan berbahan
bakar bensin mempunyai risiko tinggi mengalami mogok mendadak saat tepat
di atas rel.

Tentu, bagi Anda para pengendara kendaraan berbahan bakar bensin, harus
berhati-hati. Apalagi, bila Anda melewati rel KA yang tidak berpalang
pintu. Bila sampai mobil Anda mogok di atas rel, sementara KA semakin
bergerak mendekati Anda, tentu Anda bisa celaka.

Peringatan ini disampaikan oleh DR. Ir. Djoko Sungkono M.Eng.SC, tenaga
pengajar Tehnik Mesin ITS (Institut Teknologi 10 NOvember) Surabaya saat
ditemui detikcom, Kamis (4/11/2004). Djoko tidak ngarang soal peringatan
ini.

Dia memiliki alasan ilmiah. Menurut dia, penyebab mogoknya kendaraan di
atas rel, itu terjadi karena medan magnet yang dikeluarkan roda KA
menyalur melalui relnya. "Roda KA dari baja berjenis ferritic, mempunyai
medan magnet yang sangat kuat. Baja ferritic itu yang terbaik magnetnya
dibanding jenis baja yang lainnya," kata Djoko.

"Karena perputaran roda yang sangat cepat dan tinggi itu, maka medan
magnet akan maju lebih dahulu. Bisa mencapai 600 meter ke depan," jelas
Djoko, yang juga Kepala Surabaya Bussines Incubator Centre ini. Namun,
kata dia, tidak semua roda KA menggunakan baja jenis ferritic ini.

Sayangnya, Djoko tidak memiliki data berapa prosentase roda KA di
Indonesia yang menggunakan baja berjenis ferritic di Indonesia. "Wah kita
ya nggak tahu. Kita belum ke arah sana," kilahnya.

Namun, medan magnet yang kadangkala berdampak kepada kecelakaan itu,
menurut dia, bisa diantisiapasi oleh pihak PT Kereta Api Indonesia supaya
menekan angka kecelakaan. "Sebenarnya caranya mudah kok. Di setiap
perlintasan KA harus dibuatkan ground yang menghubungkan rel dengan tanah setempat. Itu akan bisa menghilangkan medan magnet. Saya kira di
perlintasan kereta yang besar sudah ada itu. Nggak tahu lagi yang di
pelosok-pelosok," ungkapnya.

Menurut Djoko, kendaraan yang rawan mogok adalah kendaraan yang berbahan
bakar bensin, sedangkan yang menggunakan solar tidak terpengaruh.
"Kendaraan berbahan bakar bensin kan. masih menggunakan platina dan CDI.
Jika terkena medan magnet, maka pengapiannya akan terpengaruh sehingga
mesin bisa mati. Selain itu kekuatan accunya masih 12 volt. Sedangkan
solar kan berbeda. Selain accunya di atas 12 volt juga tidak menggunakan
platina. Itu berdasarkan teori medan magnet," paparnya.

Ia mencontohkan betapa besarnya medan magnet di rel KA. "Saya waktu kecil
kalau mau bikin pisau dari paku cukup menaruh paku di atas rel supaya
digilas kereta api. Ternyata meski getaran sangat kuat, tapi paku tidak
jatuh dari rel Itulah kekuatan medan magnetnya sangat kuat," jelasnya.

Lantas, bagaimana bila kendaraan tiba-tiba mogok di atas rel, agar bisa
terhindar dari serudukan KA? Langkah terbaik yang harus dilakukan: dorong
kendaraan Anda dari rel KA. Setelah itu, baru Anda mencoba menghidupkan
kembali mesin mobil Anda. (asy)