Rahasia Kedua Sayap Seekor Lalat


Sabda Rasulullah saw :
“Jika jatuh seekor lalat pada minuman kalian maka benamkanlah, lalu
keluarkan, sungguh disalah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sebelah
sayap lainnya kesembuhan” (Shahih Bukhari)

Limpahan Puji Kehadirat Allah Swt Yang Maha Luhur, Maha Raja langit dan
bumi, Penguasa Tunggal dan Abadi sebelum alam semesta ada, hingga alam
semesta dihamparkan dan dibimbing dengan bimbingan dan tuntunan pemeliharaan
yang multi sempurna, sehingga alam ini berakhir. Dialah (Allah) Penguasa
Tunggal tanpa ada awalnya dan tanpa ada akhirnya. Berbeda dengan seluruh
makhluk yang pasti ada awal dan akhirnya. Namun Allah Sang Pencipta awal dan
akhir maka Allah tidak terikat dengan kalimat awal dan akhir.

Dialah Abadi Swt Maha Tunggal, “laysa kamitslihi syai’un” tiada
menyerupai-Nya dengan segala sesuatu. QS. Assyura : 11. Dan bersatu segala
kesempurnaan kepada Nama-Nya Yang Maha Tunggal, Allah Swt sepanjang waktu
dan zaman. Semakin manusia mempelajari apa – apa yang ada di alam maka ia
akan semakin memahami rahasia Keagungan Illahi. Semakin ia memperdalam
sunnah Sang Nabi saw pembawa rahmat maka ia akan semakin memahami betapa
indahnya Allah Jalla Wa Alla dan ajarannya.

Sampailah kita kepada hadits Sang Nabi, Muhammad Saw. Diriwayatkan
didalam Shahih Bukhari, satu hadits yang tampaknya remeh saja, akan tetapi
justru membuka rahasia kemuliaan dan kesempurnaan serta kemutakhiran ajaran
Muhammad Saw. Beliau bersabda “idza waqa’adzdzubabu fi syarabi
ahadikum falyaghmishu tsumma liyanzi’hu fainna fi ihda janahaiyhi da’an wal
ukhra syifa’an” jika jatuh seekor lalat pada minuman kalian maka
benamkanlah, karena di salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap
yang satunya terdapat penyembuhnya.

Tentunya kita bukan harus selalu berbuat demikian. Yang kita bahas disini,
bahwa hal ini bukanlah seekor lalat jatuh di gelas dan harus dibenamkan,
karena hubungan lebih jauh dari hadits ini bukan perintah, tetapi merupakan
suatu hal yang bisa menetralisir air itu dari racun lalat. Hal ini
dibuktikan oleh para ilmuwan kita, Sebagaimana mereka mempelajari daripada
serangga – serangga yang ada dibumi. Mereka menemukan dahsyatnya dan
kehebatan serangga – serangga yang menakjubkan bahwa lalat itu mengepakkan
sayapnya sebanyak 200 hingga 400X setiap detiknya. Dan setiap detik ia
menggerakkan sayapnya 200 hingga 400X gerakan. Dan juga pada satu hewan yang
disebut “Ganjur” bahkan sampai mengepakkan sayapnya 1000X setiap detiknya.
Para ilmuwan mempelajari 4 jenis serangga, mereka mendalaminya dan dikatakan
kami baru mempelajari 4 macam serangga dan masih tersisa lebih dari 10 juta
macam serangga di muka bumi. Dan tentunya juga, demikian banyak mereka
melakukan penemuan – penemuan dan keajaiban pada serangga sehingga mereka
mengatakan bahwa didalam setiap sayap seekor lalat itu ada daripada fungsi –
fungsi elevator dan fungsi – fungsi depressor, yaitu fungsi mengangkat dan
menurunkan sayapnya. Dan itu bergerak 200 hingga 400X setiap detiknya dan
gerakan lalat itu yang demikian sangat menakjubkannya itu selalu bergerak
dalam bermenit – menit atau berjam – jam. Gerakan otot yang sedemikian
cepatnya menggerakkan sayap seekor lalat yang sangat kecil.

Yang mana Allah Swt berfirman “ya ayyuhannaas..” wahai para manusia
diberikan kepada kalian satu contoh maka dengarkanlah contoh yang Ku-berikan
ini, mereka – mereka yang mengakui Tuhan selain Allah Swt itu tidak akan
pernah mereka mampu menciptakan seekor lalat walau dari ketiadaan, walau
berkumpul seluruh mereka yang disembah selain Allah” (QS Al Hajj 73).

Semua yang disembah selain Allah berkumpul jadi satu untuk menciptakan
seekor lalat, mereka tidak akan mampu, mereka tidak akan mampu untuk
menciptakan seekor lalat walaupun berkumpul secara keseluruhan.

Seekor lalat yang kecil, yang dijelaskan oleh para ilmuwan dari Australia
bahwa seekor lalat itu terbukti pada sebelah sayapnya ditemukan 1 gen
refilin yaitu gen yang mempunyai 2 fungsi yakni fungsi pada industri dan
fungsi pada kesehatan. Fungsi pada industri bahwa gen refilin ini lebih
dahsyat dan lebih kuat dari semua jenis karet yang ada yang telah dibuat
oleh banyak orang di muka bumi ini. Jenis karetnya diambil dari pohon karet
atau lainnya, gen refilin yang ada di sayap lalat itu lebih kuat dan lebih
hebat jika dipakai sebagai karet karena ia mempunyai daya dorong dan daya
tekan yang sangat kuat serta daya pental yang demikian dahsyat dan itu ada
pada sayap seekor lalat dan serangga lain hingga ia dapat bergetar hingga
1000X dalam setiap detiknya seperti hewan ganjur dan juga beberapa hewan
serangga lainnya.

Dan dalam fungsi kesehatannya bahwa gen refilin itu adalah satu gen yang
bisa mengobati penyakit – penyakit yang ada pada syaraf – syaraf arteri,
pada syaraf – syaraf meina. Syaraf arteri yang banyak terjadi penyumbatan,
gen – gen refilin yang ada di sayap seekor lalat itulah yang dapat
mengobatinya. Demikian indahnya dan demikian sempurnanya dan demikian
jeniusnya Muhammad Saw.

Jika jatuh lalat pada minuman kalian, tenggelamkan ia. Maksudnya gen – gen
refilin yang ada di sayapnya itu supaya bertebaran di air pula hingga
menjadikan airnya itu tersucikan daripada bakteri – bakteri yang ada pada
sayap lainnya.

Siapa yang memberitahu Sang Nabi saw ada gen – gen refilin yang bisa
menyembuhkan syaraf arteri dan gen – gen itu tidak terlihat oleh mata..?.
Manusia melihatnya dengan mikroskop dan selama puluhan tahun mereka
menelitinya tapi Sang Nabi saw tahu di sayap lalat itu ada gen penyembuh,
ada gen penyakit sampai butiran gen dan sel yang ada disayap lalat diketahui
oleh Muhammad Saw.

Semakin seseorang mendalami sunnah maka semakin sempurna dan modern
hidupnya. Hadirin – hadirat, demikian indahnya Nabi kita Muhammad Saw yang
tuntunannya tampak sangat remeh apabila belum didalami. Tentunya orang yang
belum mengerti akan tertawa, bagaimana lalat dibenamkan di dalam air, sudah
jatuh di air suruh dibenamkan? Namun Sang Nabi saw tahu “..fainna fi ihda
jana haihi da’an wal ukhra syifa’an” karena disayapnya itu ada yang membawa
penyakit dan di sayap lainnya adalah ada yg menjadi obat. Ternyata terbukti
oleh para ilmuwan kita, kedalaman dan ketajaman dari pemahaman Muhammad
Rasulullah Saw.

Demikian sempurnanya Allah Swt menciptakan sunnah Sang Nabi saw sehingga
sebagaimana riwayat Shahih Bukhari, Rasul saw bersabda “jika diantara kalian
tidur maka padamkanlah lampu”. Singkat saja, kalau kita berfikir memadamkan
lampu maksudnya menghemat minyak, mungkin saat itu. Tapi ternyata tidak
sesingkat itu, ternyata tubuh manusia itu mengeluarkan energi saat ia tidur
dan energi itu keluar dari tubuh untuk membenahi sel – sel tubuh yang rusak
dan energi – energi yang keluar itu terganggu kalau ada cahaya. Ternyata hal
itu telah dipahami oleh Muhammad Rasulullah Saw. Kalau kalian tidur,
padamkan lampu. Disaat itu 14 abad yang lalu belum mengerti mereka tentang
energi tubuh dan lainnya. Nabi saw tahu tapi di zaman itu manusia belum
sampai kepada kedalaman pengetahuan ini. Sang Nabi saw mengajarkannya, ikuti
sunnahnya. Datang waktunya dan terbukti ternyata Rasul saw tahu bahwa energi
yang keluar dari tubuh itu saat seseorang tidur terganggu jika ada cahaya.
Jelas sudah perintahnya, maka apabila kalian tidur padamkanlah lampu agar
tidak terganggu energi yang membenahi tubuhmu. Demikian sempurnanya Muhammad
Rasullah Saw. Dan Rasul saw bersabda “tiadalah satu diantara kalian
(maksudnya kalian semua) ini akan berhadapan dengan Tuhan Penciptanya dan ia
akan berdiri sendiri tanpa ada yang menemaninya” (saat ia berdiri menghadap
kehadirat Rabb) (Shahih Bukhari).

Kalau kita bicara ada lebih dari 10 juta macam serangga yang ada di muka
bumi ini. Setiap serangga mempunyai pengaturan yang berbeda. Setiap serangga
diatur kecepatan sayapnya mencapai 200 hingga 400X setiap detiknya bahkan
ada yang mencapai 1000X setiap detiknya. Sedangkan jenisnya ada 10 juta
macam, siapa yang mengaturnya? Apakah serangga itu mampu mengatur gerakannya
sendiri? atau fungsi – fungsi lain dari ototnya atau urat syarafnya? Mereka
hanya hidup tanpa mengerti kenapa mereka hidup. Demikian serangga, lebah
atau tawon dengan membawa manfaatnya, serangga lalat, serangga nyamuk,
masing – masing merupakan lambang kemegahan Illahi. Dan kesemuanya merupakan
panggilan Allah. Kenalilah ini semua, Sang Pencipta, Dialah Allah.
Kembalilah kepada-Nya bukan kepada kedalaman ilmu lalat atau kedalaman ilmu
serangga tapi dalami penciptanya yaitu Rabbul Alamin..

Dan kita akan berdiri di hadapan Allah, betapa keadaan yang sangat
menentukan. Ketika kita merenung dan kita akan berdiri dipanggil dengan nama
kita dan kita dapatkan sebagaimana dijelaskan fulan bin fulan agar maju ke
hadapan Allah. Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari, ketika salah seorang
maju ke hadapan Allah, ia adalah orang yang banyak merindukan Allah di muka
bumi. Maka ketika ia dihadapkan kepada Allah Swt, Allah Swt menutupi dosa –
dosanya, tidak dilihat oleh orang lain di padang mahsyar dan yang terlihat
adalah pahalanya. Kenapa? “barangsiapa yang menutupi aib orang lain (muslim)
di dunia, di akhirat aibnya tidak terlihat”. (Shahih Bukhari) Dia punya dosa
banyak namun ditutupi oleh Allah, tidak diberitahukan kepada yang lain.
Sebagaimana amal baik di dalam sidang akbar dipadang mahsyar dipertanggung
jawabkan. Tanggal sekian, hari anu, bulan anu, kau berbuat ini, siapa
saksinya? saksinya tanganmu, kakimu. “tangannya, kakinya, dan seluruh
tubuhnya bersaksi”. Bumi bersaksi dan para malaikat bersaksi bahwa ia
melakukan itu dan disaat itu seluruh keturunannya melihat, seluruh temannya
melihat, seluruh keluarganya dan seluruh penduduk bumi melihatnya. Tapi
ketika orang yang selalu menutupi aib orang muslim di dunia, Allah tutupi
dosa – dosanya. Demikian pula seseorang yang menghadap Allah, orang yang
mencintai Allah dan tentunya masih memiliki dosa maka Allah Swt berkata “kau
berbuat ini dan itu, berbuat dosa dihari anu, di tanggal anu, di tempat
anu,..?”, “betul wahai Allah”, “dan lihat ini?”, terus Allah menghujani
pertanyaan. Dan ia berkata “betul wahai Allah, betul wahai Allah”. lalu
Allah Swt berfirman “di dunia Aku lindungi, orang tidak tahu dosanya.
Sekarang diakhirat Aku ampuni”. (Shahih Bukhari) Demikian indahnya Allah
bagi orang – orang yang mau mendekat kepada Allah Jalla Wa Alla.

Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari, ketika seseorang yang selalu
mengamalkan Surah Al Ikhlas. Ia selalu mengulang – ulang surah Al Ikhlas.
Riwayat ini terdapat 2 riwayat, 3 riwayat didalam Shahih Bukhari dan Shahih
Muslim. 3 riwayat yang berbeda tetapi satu makna. Riwayat yang pertama
adalah riwayat orang yang setelah membaca Surah Al Fatihah pasti membaca
Surah Al Ikhlas kemudian surah lainnya. (Al Fatihah – Al Ikhlas – surah
lainnya). Riwayat ini sudah sering kita bahas.

Riwayat yang kedua dari Aisyah radiyallahu anha bahwa seseorang
melakukan seperti itu juga saat ia berada di dalam peperangan dan saat ia
dikabarkan pada Nabi saw, Nabi saw berkata “tanyakan kepadanya kenapa ia
berbuat demikian?”, ia berkata “aku hanya senang karena disitu tersimpan
sifat Allah yang aku cintai”, aku senang membaca kalimat “Allahu ahad”
(Allah Yang Maha Tunggal) di hatiku, tidak aku sujud kepada lainnya,
sebanyak apapun dosaku aku tidak akan bersujud dan menyembah selain
Allah..hanya Allah, aku senang menyebut Nama-Nya,.”. Maka sampai kabar
kepada Sang Nabi saw, Nabi saw berkata “katakan kepadanya bahwa Allah
mencintainya”. Kenapa? karena ia senang menyebut Nama Allah, senang menyebut
sifat Allah, maka Allah pun senang kepadanya. Hadirin, cinta kepada Allah
adalah yang pasti terjawab dari semua cinta. Kita mencintai siapapun, yang
paling pasti terjawab adalah dari cintanya Allah. Kita mencintai seseorang
belum tentu dia mencintai kita, kita mencintai orang 100% belum tentu dia
100%. Tapi kalau seseorang mencintai Allah 100%, Allah mencintainya 200%.

“Wa idza taqarraba ilayya abdi syibran taqarabbtu ilaihi dzira’an, waidza
taqarabba ilayya abdi dzira’an taqarabbtu ilaihi ba’a,” ketika hamba-Ku
mendekat kepada-Ku satu jengkal, Aku mendekat kepadanya satu hasta, hamba-Ku
mendekat kepada-Ku satu hasta, Aku mendekat kepadanya satu depa” (Shahih
Bukhari). Ini adalah kiasan bahwa cintanya Allah akan muncul lebih besar
dari cinta kita kepada Allah. Sebesar apapun cintamu dan rindumu kepada
Allah, lebih besar lagi rindu dan cintanya Allah kepada kita. Maka siapa
diantara kita yang ingin menolak lamaran cintanya Allah dan kerinduan Allah
kepada kita?. Jawablah kerinduan Allah Swt dan cintanya Allah kepada kita
dengan mencintai dan merindukan Allah.

Aku seorang pendosa siang dan malam, tidak pantas rindu kepada Allah.. .
Justru, cinta dan rindu Allah jika muncul pada para pendosa ketika mereka
ingin dekat kepada Allah dan menyesal. Allah Swt mengangkat derajatnya dari
serendah – rendah derajat kepada semulia – mulia derajat. “Innallahu yuhibbu
tawwabin wa yuhibbu muthathahirin, Innahu kaana tawwaaba” sungguh Allah itu
Maha Menerima Taubat. Sebesar – besar apapun dosa seseorang pasti diterima
taubatnya oleh Rabbul Alamin.

Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari, ketika Rasul saw mendengar kabar bahwa
para sahabat berkata Sa’ad radiyallahu anhum itu berkata “kalau ada yang
berani mendekat kepada istriku dan bersama istriku akan ku tebas dengan
pedang ini”. Sahabat mengadukan kepada Rasul saw maksudnya adalah “ya
Rasulullah Sa’ad ini mau main hakim sendiri”, kira – kira begitu. Sang Nabi
saw mengalihkan pembicaraan kepada hal yang sangat lembut. Seraya bersabda
“kalian heran memangnya dengan cemburunya Sa’ad?, aku lebih cemburu kepada
kalian daripada Sa’ad kepada istrinya”. Cintanya Sa’ad kepada istrinya jauh
tidak berarti dibanding cintaku kepada kalian dan aku lebih cemburu lagi
kepada kalian, kata Rasul saw. Maksudnya apa? Aku lebih cinta lagi kalau
Sa’ad melihat ada lelaki lain bersama istrinya dipukul dengan pedang maka
Rasul saw tidak akan membiarkan kita. Masih ada dari umatnya didalam api
neraka, sebesar – besar apapun dosanya, Rasul saw akan perjuangkan,
perjuangkan dan perjuangkan sampai tidak tersisa satupun dari umat beliau
kecuali terbebas dari api neraka. Inilah sebesar – besarnya cinta dan
cenburu kepada kita, Muhammad Saw.

“Laqad jaa akum rasulun min anfusikum a’ziizun a’laihi maa a’nittum
hariishun a’laikum bil mu’miniina raufurrahiim” datang kepada kalian seorang
Rasul yang sangat berat memikirkan musibah yang menimpa kalian, sangat
menjaga kalian dan beliau itu berlemah lembut kepada orang yang beriman. QS.
At Taubah : 128.

Sebagaimana riwayat Shahih Muslim, ketika Nabiyullah Ibrahim as berlepas
diri dari umatnya yang mendustakan Allah. Nabiyyullah Isa as berlepas diri
dari umatnya yang mendustakan Allah dan berbuat dosa, airmata Sang Nabi saw
mengalir. Turunlah Jibril alaihis salam ketika Sang Nabi saw menangis dan
berkata “ummatiy..ummatiy..”. Bahkan dalam riwayat yang disyarhkan oleh Imam
Nawawi dalam Syarh Nawawi ala Shahih Muslim, Rasul saw membaca
“ummatiy..ummatiy”. bahwa Rasul saw tidak ingin dilepaskan daripada umatnya.
Terangkat kedua tangannya dan berdoa kepada Allah “ummatiy..ummatiy..”,
Jibril as turun “apa yang membuatmu menangis ya Rasulullah?”, Rasul berkata
“para Nabi bebas tugas dan melepaskan umatnya yang berbuat dosa dan jiwaku
tidak tega melepaskan umatku yang berbuat dosa, wahai Jibril”. Maka Jibril
kembali kepada Allah “Ya Rabb, Muhammad Saw tidak tega dan tidak bisa
melepaskan umatnya yang berdosa, begitu terus, ia masih mau membela umatnya
yang berdosa”. Maka Allah Swt memerintahkan Jibril kepada Sang Nabi saw
“sungguh katakan kepada Muhammad, Aku tidak akan mengecewakannya dan tidak
akan membuatnya sedih”. Sehingga tiadalah Sang Nabi saw mempunyai umat yang
wafat dalam keadaan Islam selama apapun ia disiksa kubur dan api neraka
karena dosanya tetap ia akan sampai ke surga dengan syafa’at Nabi Muhammad
Saw.

Kita bermunajat kepada Allah Swt semoga Allah Swt menyampaikan kerinduan
kita kepada Nabi Muhammad Saw dan kepada Allah. Karena setelah Nabi saw
mengucapkan “aku lebih cemburu daripada Sa’ad kepada kalian” lantas Rasul
saw melanjutkan haditsnya “sungguh Allah lebih cemburu dari aku”. Allah
lebih mencintai kita. Oleh sebab itu Allah menciptakan Nabi Muhammad Saw
sebagai tanda cintanya kepada kita.

Ya Rahman Ya Rahim jadikan jiwa kami selalu menjawab seruan – seruan
kerinduanmu, kami telah mendengar firman-Mu wahai Allah “Man ahabba liqaa’iy
ahbabtu liqa’ah, barangsiapa yang rindu berjumpa dengan Allah, Allah rindu
berjumpa dengannya”, demikian riwayat Shahih Bukhari.

No comments: