Tuntunan Shalat Sunnah bagi yang belum bisa membaca huruf arab


SHOLAT TAHAJUD

Prakteknya: Sholat sunnah yg bisa dikerjakan 2 rokaat seperti sholat subuh, atau 4 rokaat tanpa tahiyat awal. Setelah salam membaca doa sebagai berikut:

Alloohumma lakal hamdu annta qoyyimus samaawaati wal ardh wa mann fiihin wa lakal hamdu laka mulkus samaawaati wal ardh wa mann fiihin wa lakal hamdu nuurus samaawaati wal ardh wa lakal hamdu anntal haqqo wa wa’dukal haqqo wa liqoo-uka haqqoo wa qowluka haqqo wal jannatu haqqoo wan naaru haqqoo wan nabiyyuuna haqqo wa muhammadun shollalloohu ‘alayhi wa sallam haqqo was saa’atu haqqo, Alloohumma laka aslamtu wa bika aamanntu wa ‘alayka tawakkaltu wa ilayka anab’tu wa bika khooshomtu wa ilayka haakamtu faghfirlii maa qoddamtu wa maa akhortu wa maa asrortu wa maa a’lanntu anntal muqqoddimu wa anntal mu-akhkhiru laa ilaaha illaa ghoyruka wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah. (H.R. Bukhori)

Ya Alloh bagiMu segala puji, adapun Engkau Dzat yang mendirikan beberapa langit & bumi & orang-orang di dalamnya, & bagi Engkau segala puji, & bagi Engkau kerajaan beberapa langit & bumi & orang-orang di dalamnya & bagi Engkau kerajaan beberapa langit & bumi & orang-orang didalamnya, & bagi Engkau segala puji cahayanya beberapa langit & bumi & bagi Engkau segala puji, adapun Engkau Maha Benar & janji Engkau Maha Benar & akan bertemu dengan Engkau benar & firman Engkau benar & surga Engkau benar & neraka Engkau benar & nabi-nabi Engkau benar & kiamat benar. Ya Alloh bagi Engkau menyerah aku & bagi Engkau iman aku & menyerah aku & kepada Engkau bertobat aku & dengan Engkau membantah aku & kepada Engkau menghukumi aku, maka ampunilah aku pada apa-apa yang telah mendahului & yg mengakhirkan apa-apa yang samar yang nampak, adapun Engkau yang terdahulu & terakhir tidak ada Tuhan kecuali Engkau, tidak ada upaya & kekuatan kecuali Alloh.

SHOLAT TASBIH
Pahalanya: Alloh akan mengampuni 10 dosa besar, awalnya dosa, akhirnya dosa, dahulunya dosa, barunya dosa, tak sengajanya dosa, sengajanya dosa, besarnya dosa, samarnya dosa dan tampaknya dosa. (HR. Abu Dawud).
Prakteknya: Sholat 4 rokaat tanpa tahiyat awal, di setiap gerakan membaca Tasbih yaitu ‘Subhanalloohi wal hamdulillaahi wa laa ilaaha illaalloohu walloohu akbar’.
Caranya:
1. Berdiri tegak membaca takbir, doa Iftitah, membaca Surat Al-Fatihah ditambah dengan satu Surat yang ada dalam Al-Qur’an, kemudian membaca tasbih sebanyak 15 kali.
2. Ruku’ dan membaca doa Ruku’ kemudian membaca tasbih 10 kali.
3. Itidal atau Bangun dari ruku’ dan membaca doa Itidal, kemudian membaca tasbih 10 kali.
4. Sujud dan membaca doa sujud kemudian membaca tasbih 10 kali.
5. Bangun dari sujud (duduk di antara 2 sujud) dan membaca doa duduk di antara 2 sujud, kemudian membaca tasbih 10 kali.
6. Sujud dan membaca doa sujud kemudian membaca tasbih 10 kali.
7. Bangun dari sujud (sebelum berdiri, duduk kembali) kemudian membaca tasbih 10 kali, baru berdiri tegak, lanjutkan dari 1 lagi.
8. Untuk rokaat terakhir bacaan tasbihnya dibaca sebelum membaca doa tahiyat akhir. Isaroh jari dilakukan pada waktu membaca tahiyat akhir.

Catatan: Setiap satu rokaat jumlah tasbih yang dibaca adalah 75 kali.
Jadi dalam 4 rokaat total tasbih yg dibaca adalah 300 kali.

SHOLAT HAJAT
Prakteknya: Sholat sunnah dengan 2 roka’at (seperti sholat subuh). Setelah salam membaca ta’awudz, bismillah, alhamdulillah, sholawat nabi dan doa sbb:

‘Laa ilaaha illalloohul haliimul kariim sub’haanalloohi robbil ‘arsyil ‘azhiim, alhamdulillaahi robbil ‘alamiin as-aluka muujibaati rohmatika wa ‘azaa-ima maghfirotika wal ghoniimata minn kulli birrin was salaamata minn kulli itsmin, laa tada’lii dzamban illaa ghofartahu wa laa hamman illaa faroj’tahu wa laa haajatan (sebutkan hajat yang kita mau) laka ridhon illaa qodhoytahaa yaa arhamar roohimiin’. (HR. Tirmidzi)

Tidak ada Tuhan kecuali Alloh, maha bijaksana lagi maha mulia, maha suci Alloh Tuhan Arsy yang Agung, segala puji bagi Alloh Tuhan semesta alam, mohon aku pada Engkau semoga mengabulkan dengan rohmat Engkau dan kekekalan Engkau dan pengampunan Engkau dan penghasilan dari tiap-tiap kebaikan dan selamatkanlah dari tiap-tiap dosa dan tidak meninggalkan pada kami pada dosa kecuali mengampuni Engkau dan jangan disusahkan kecuali dilonggarkan dan tidak ada keperluan (sebutkan hajat kita) bagi Engkau keridhoan kecuali mengabulkan Engkau Alloh Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

SHOLAT GHOIB/JENAZAH
Prakteknya: Sholat dengan 4 kali takbir tanpa gerakan Ruku’ dan Sujud. (HR. Bukhori)
Pahalanya: 1 qirot
Caranya:
1. Takbir pertama langsung membaca Al-Fatihah.
2. Takbir kedua membaca Sholawat Nabi
3. Takbir ketiga membaca do’a untuk mayit

Alloohummaghfirlahuu war hamhu wa ‘aafihii wa’ fu’anhu wa akrim nuzulahuu wa wassi’ mud’kholahuu wagh silhu bil maa-i wats tsalji wal barodi wa naqqihi minal khothooyaa kamaa naqqoytats tsaubal ab’yadho minad danas wa ab’dilhu daaron khoirom minn darihi wa ahlan khoiron min ahlihii wa zaujan khoirom minn zaujihii wa ad’khilhul jannah wa a’idzhu min ‘adzaabil qob’ri aw min adzabinnaar.
Ya Alloh ampunilah bagi mayit dan sayangilah dan sembuhkanlah dan berikanlah pengampunan dan mulyakanlah pada tempatnya mayit dan luaskan pada tempatnya dan mandikanlah dengan air salju dan air yang dingin, semoga membersihkan Engkau dari dosa-dosanya sebagaimana membersihkan pakaian putih dari kotoran, dan semoga mengganti Engkau pada mayit rumah yang lebih baik dari rumahnya, ahli yang lebih baik dari ahlinya dan istri yang lebih baik dari istrinya di dunia dan masukkanlah ke surga dan semoga menjaga Engkau dari siksa kubur atau dari siksa neraka.
(Jika yg meninggal dunia perempuan kata yang diakhiri dengan hu & hi dirubah menjadi ha, contohnya Alloohummaghfirlahuu menjadi Alloohummaghfirlahaa, darihi menjadi dariha, ahlihi menjadi ahliha, kata zaujihi menjadi zaujiha).
4. Takbir keempat langsung salam.

SHOLAT DHUHA
Prakteknya: Sholat sunnah yg bisa dikerjakan 2 rokaat seperti sholat subuh, atau 4 rokaat tanpa tahiyat awal. Waktunya pagi hari antara jam 700 s/d 1100. Setelah salam membaca doa sebagai berikut:


ALLAHUMMA INNADH DHUHA-A DHUHA-UKA, WAL BAHAA-A BAHAA-UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWWATUKA, WAL QUDRATA QUDRATUKA, WAL ISHMATA ISHMATUKA. ALLAHUMA INKAANA RIZQI FIS SAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’ASARAN FAYASSIRHU, WAINKAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU, WA INKAANA BA’IDAN FA QARIBHU, BIHAQQIDUHAA-IKA WA BAHAAIKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDRATIKA, AATINI MAA ATAITA ‘IBADIKASH SHALIHIN.
Artinya: “Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang sholeh”.
KEUTAMAAN DHUHA

Dari Abu Dzar, dari Nabi Shallallahu Alaihiwa Sallam, beliau bersabda:“ Pada pagi hari setiap tulang (persendian) dari kalian akan dihitung sebagai sedekah. Maka setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, memerintahkan kebaikan(amar ma'ruf) dan melarang dari berbuat munkar( nahi munkar) adalah sedekah. Semua itu cukup dengan duarakaat yang dilaksanakan diwaktu Dhuha.” [HR.Muslim, Abu Dawud dan riwayat Bukhari dari Abu Hurairah]

Dari Abu Hurairah, ia berkata: “Kekasihku Shallallahu, Alaihiwa Sallam telah berwasiat kepadaku tiga perkara:
[1]puasa tiga hari setiap bulan,
[2]dua rakaat shalat Dhuha dan
[3]melaksanakan shalat witir sebelum tidur.”
[HR.Bukhari, Muslim,Turmuzi, Abu Dawud, Nasa'i, Ahmad dan Ad-Darami]

Dari Abud Darda, ia berkata: “Kekasihku telah berwasiat kepadaku tiga hal. Hendaklah saya tidak pernah meninggalkan ketiga hal itu selama saya masih hidup:
[1]menunaikan puasa selama tiga hari pada setiap bulan,
[2]mengerjakan shalat Dhuha,dan
[3]tidak tidur sebelum menunaikan shalat Witir.”
[HR.Muslim, Abu Dawud,Turmuzi dan Nasa'i]

Dari Anas [binMalik], bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa mengerjakan shalat Dhuha sebanyak12 (duabelas) rakaat, maka ALLAH akan membangunkan untuknya istana disyurga”. [HR.Turmuzi dan Ibnu Majah, hadis hasan]
Dari Abu Sai [Al Khudry], ia berkata adalah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengerjakan shalat Dhuha, sehingga kami mengira bahwa beliau tidak pernah meninggalkannya. Dan jika beliau meninggalkannya, kami mengira seakan-akan beliau tidak pernah mengerjakannya”.[HR.Turmuzi, hadis hasan]Rasulullah shallallahu alaihiwasallam bersabda “Shalat Dhuha itu dapat mendatangkan rejeki dan menolak kefakiran. Dan tidak ada yang akan memelihara shalat Dhuha melainkan orang-orang yang bertaubat.”

ANJURAN SHALAT DHUHA
Dari Aisyah, ia berkata:“Saya tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah shallallah alaihi wasallam menunaikan shalat Dhuha, sedangkan saya sendiri mengerjakannya. Sesungguhnya Rasulullah SAW pasti akan meninggalkan sebuah perbuatan meskipun beliau menyukai untuk mengerjakannya. Beliau berbuat seperti itu karena khawatir jikalau orang-orang ikut mengerjakan amalan itu sehingga mereka menganggapnya sebagai ibadah yang hukumnya wajib (fardhu).”
[HR.Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ahmad, Malik dan Ad-Darami]
Dalam Syarah An-Nawawi disebutkan:
Aisyah berkata seperti itu karena dia tidak setiap saat bersama Rasulullah. Pada saat itu Rasulullah memiliki istri sebanyak 9 (sembilan) orang. Jadi Aisyahh arus menunggu selama 8 hari sebelum gilirannya tiba. Dalam masa 8 hari itu, tidak selamanya Aisyahmengetahui apa-apa yang dilakukan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dirumah istri beliau yang lain.

TATA CARA PELAKSANAAN SHALAT DHUHA

JUMLAH RAKAAT SHALAT DHUHA
4 RAKAAT
Dari Mu'dzah, bahwa ia bertanya kepada Aisyah: “Berapa jumlah rakaat Rasulullah shallallah alaihi wasallam ketika menunaikan shalat Dhuha?” Aisyahmenjawab:“Empat rakaat dan beliau menambah bilangan rakaatnya sebanyak yang beliau suka.”[HR.Muslim dan Ibnu Majah]

12 RAKAAT
Dari Anas[binMalik], bahwa Nabi shallallah alaihiwa sallam bersabda: “Barang siapa mengerjakan shalat Dhuha sebanyak 12 (duabelas) rakaat, maka ALLAH akan membangunkan untuknya istana disyurga”.[HR.Turmuzi dan Ibnu Majah, hadis hasan)

8 RAKAAT
Dari Ummu Hani binti Abu Thalib, ia berkata: “Saya berkunjung kepada Rasulullah shallallah alaihi wasallam pada tahun Fathu (Penaklukan) Makkah. Saya menemukan beliau sedang mandi dengan ditutupi sehelai busana oleh Fathimah putri beliau”. Ummu Hani berkata: “Maka kemudian aku mengucapkan salam”. Rasulullahpun bersabda: “Siapakah itu? ”Saya menjawab: “Ummu Hani binti Abu Thalib”. Rasulullah SAW bersabda :“Selamat datang wahai Ummu Hani”.
Sesudah mandi dibeliau menunaikan shalat sebanyak 8 (delapan) rakaat dengan berselimut satu potong baju. Sesudah shalat saya(UmmuHani) berkata:“Wahai Rasulullah, putra ibu Alibin Abi Thalib menyangka bahwa dia boleh membunuh seorang laki-laki yang telah aku lindungi, yakni fulan Ibnu Hubairah”.Maka Rasulullah shallallah alaihi wasallam bersabda: “sesungguhnya kami juga melindungi orang yang kamu lindungi, wahai Ummu Hani”.
Ummu Hani juga berkata: “Hal itu (Rasulullah shalat) terjadi pada waktu Dhuha.”
[HR.Muslim]

TATA CARA SHALAT SUNAT DHUHA
1.Berniat untuk melaksanakan shalat sunat Dhuha setiap 2rakaat 1 salam. Seperti biasa bahwa niatitu tidak harus dilafazkan, karena niat sudah dianggap cukup meski hanya didalam hati.
2.Membaca surah Al-Fatihah
3.Membaca surah Asy-Syamsu(QS:91) pada rakaat pertama, atau cukup dengan membaca Qulya(QS:109) jika tidak hafal surah Asy-Syamsu itu.
4.Membaca surah Adh-Dhuha(QS:93) pada rakaat kedua, atau cukup dengan membaca Qulhu(QS:112) jika tida khafal surah Adh-Dhuha.
5.Rukuk, iktidal, sujud, duduk dua sujud,tasyahud dan salam adalah sama sebagaimana tata cara pelaksanaan shalat fardhu.
6.Menutup shalat Dhuha engan berdoa. Inipun bukan sesuatu yang wajib, hanya saja berdoa adalah kebiasaan yang sangat baik dan dianjurkan sebagai tanda penghambaan kita kepada ALLAH
Sebagaimana shalat sunat lainnya, Dhuha dikerjakan dengan 2rakaat 2 rakaat, artinya pada setiap 2 rakaat harus diakhiri dengan 1 kali salam.
Adapun surah surah yang dibaca itu tidak ada hadis yang mengaturnya melainkan sekedar ijtihad belaka, kecuali membaca Qulya dan Qulhu adalah sunnah Rasulullah, tetapi bukan untuk shalat Dhuha, melainkan shalat Fajr. Kita tidak dibatasi membaca surah yang manapun yang kita sukai, karena semua Al-Qur'an adalah kebaikan.
Doapun tidak dibatasi, kita boleh berdoa apa saja asalkan bukan doa untuk keburukan.
kita boleh membaca doa yang kita sukai. Namun karena ada aturan mazhab, maka hendaklah kita jangan melupakan agar memulai doa itu dengan menyebut nama ALLAH, memuji syukur kepada-NYA dan kemudian bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.