Tabung gas 'palsu' pertamina






18 oktober 2009. untuk yang punya tabung gas biru yang isi 13 kg berkaki empat (istilah penjualnya), hati-hati.. karena ternyata tidak semua agen penjual gas mau menerima tabung gas kayak gini. contohnya yang saya alami pagi hari ini, karena bibi bilang gas habis padahal dia lagi masak, saya telpon tukang gas untuk mengantarkan tabung gas ke rumah.
tau-taunya pas pengantarnya datang, dia menolak menukarkan tabungnya dengan tabung kami yang sudah kosong. alasannya tabungnya bukan milik pertamina.
dia sarankan minta dituker ke tempat kami beli/tukar tabung itu sebelumnya, dan saya tau persis dimana tempatnya karena sebulan yang lalu memang tabung itu saya yang beli di toko klontong di daerah kami tinggal, nama tokonya orang mengenal sebagai toko "T".
waktu itu saya ingat di daerah cempaka putih lagi sedang susah cari tabung LPJ dan dealer gas biasa kami beli juga sedang kehabisan tabung, akhirnya saya pergi ketoko "T" yang agak jauh dari rumah kami letaknya di dalam perumahan juga.
disana saya bisa menukar tabung gas kosong kami dengan tabung gas yang baru, namun saya tidak berpikir macam-macam sa'at sampai rumah ternyata cat di tabung itu luntur, tulisan cat pertaminanya luntur mengotori jok motor saya. juga tidak ada tulisan cetakan pertamina di pegangan tabung gas itu, yang ada adalah PT Bhakti mingasutama. saya tidak berprasangka macem-macem sampai kejadian hari ini.
saya mau beli gas dengan tabung ini di toko yang sama, malah ditolak sama bapak dan ibu pemilik toko itu dengan alasan itu bukan tabung pertamina dan dia tidak melayani penukaran tabung gas selain tabung dari pertamina. saya langsung marah ngga terima karena saya beli di toko ini sebulan yang lalu (memang saya amnesia apa?), namun yang bikin jengkel bapa ibu itu juga ngotot ngototan bilang mereka sudah setahun tidak pernah menjual tabung 'berkaki empat' seperti ini, lha? lalu bulan lalu itu gmana? kok ngga mau ngaku mereka ngasih tabung 'palsu' kesaya?
saya sampai bingung bapak ibu ini niatnya apa sih? mau nipu konsumennya? masak ngga mau mengakui jual tabung yang jelas jelas sebulan lalu saya beli dari toko ini. saya masih ingat malah bapak nya itu sendiri yang menyerahkan tabung itu kesaya. sekarang mereka marah-marah bilang saya mau berbohong... lucu..aneh..
lama juga saya ngotot ngototan sama bapak ibu pemilik toko itu ditonton orang-orang. sampai akhirnya saya banting tuh tabung gas karena jengkel dengan kengototan mereka. enak saja jual tabung palsu tapi ngga mau terima kembali. saya sampai berani sumpah dengan nama Allah kalau saya beli gas dan dapat tabung gas itu dari toko mereka, tapi mereka malah marah-marah bilang jangan bawa-bawa nama Tuhan kata mereka, mereka ngga berani sumpah.
akhirnya entah gmana mereka setelah saya foto-foto tabung itu dan telpon bunda, mereka telpon seseorang didealer gas mereka terima gas, mereka bilang 'ini ada orang mau beli gas tapi pakai tabung kaki empat mau terima ngga...' orang dibalik telpon itu bilang... terima saja (kalau saya tidak salah duga dari percakapan si bapak pemilik toko itu), dengan cepat dia akhirnya mau menukar tabung saya dengan syarat katanya kalau nanti hari senin dealer gasnya datang dan tabung saya ditolak mereka maka saya harus membawa kembali tabung gas 'bodong' saya dan mengembalikan tabung gas 'pertamina' mereka.
saya iya'in saja. terserah saja...
setelah ninggalin nomer hp, bayar 72.000 perak, saya pun pulang membawa 'hak' saya... tabung pertamina yang sekarang lagi mahal dipasaran...
mulai sekarang saya harus hati-hati nerima tabung gas... apa-apa sekarang di palsu'in...
yang rugi, yang bingung, yang susah, ya konsumennya..
kalau tabung kaki empat ini dijual di toko-toko itu, apa ini termasuk penipuan? kok di dealer pertamina tidak mau terima?
hati-hati saja deh lain kali, hanya terima tabung gas berkaki tiga merek pertamina...
kalau ngga mau susah seperti yang saya alami hari ini.

Sign of Maturity


1. Your house plants are alive, and you can't smoke any of them.

2. Having sex in a twin bed is out of the question.

3. You keep more food than beer in the fridge.

4. 6:00 AM is when you get up, not when you go to bed.

5. You hear your favorite song on an elevator.

6. You watch the Weather Channel.

7. Your friends marry and divorce instead of hook up and break up.

8. You go from 130 days of vacation time to 14.

9. Jeans and a sweater no longer qualify as "dressed up."

10. You're the one calling the police because those damn kids next door won't turn down the stereo.

11. Older relatives feel comfortable telling sex jokes around you.

12. You don't know what time Taco Bell closes anymore.

13. Your car insurance goes down and your payments go up.

14. You feed your dog Science Diet instead of McDonalds leftovers.

15. Sleeping on the couch makes your back hurt.

16. You no longer take naps from noon to 6 PM.

17. Dinner and a movie is the whole date instead of the beginning of one.

18. Eating a basket of chicken wings at 3 AM would severely upset, rather than settle, your stomach.

19. You go to the drug store for ibuprofen and antacid, not condoms and pregnancy tests.

20. A $4.00 bottle of wine is no longer "pretty good stuff."

21. You actually eat breakfast food at breakfast time.

22. "I just can't drink the way I used to," replaces, "I'm never going to drink that much again."

23. 90% of the time you spend in front of a computer is for real work.

24. You no longer drink at home to save money before going to a bar.

25. You read this entire list looking desperately for one sign that this doesn't apply to you.

Makna Imam dalam sholat




Manusia adalah makhluk sosial dan budaya. Salah satu wujud kebudayaan
dan kesosialannya, mereka mengenal lembaga kepemimpinan. Di mana pun
dan pada zaman kapan pun masyarakat manusia mengenal kepemimpinan.
Dalam bahasa Arab, pemimpin disebut imam, amir, ra'is, za'im dan
qa'id. Dalam Iingkungan Islam, Imam dipergunakan untuk menyebut
pemimpin ibadah dan pemimpin dalam pengertian umum, Amir (umara/amirul
mukminin) dipergunakan untuk menyebut panglima, qa'id digunakan untuk
menyebut komandan, sedangkan rais digunakan untuk menyebut kepala
negara atau Presiden dan za`im untuk menyebut pemimpin kemasyarakatan
(non formal).

Agama Islam sangat menganjurkan ummatnya untuk menjalankan ibadah
salat berjamaah. Salat jama'ah dipimpin oleh seorang imam, dan
selebihnya menjadi makmum di belakangnya. Dalam salat jamaah, laiknya
kepemimpinan dalam masyarakat, juga dikenal kriteria-kriteria (a)
siapa yang layak menjadi imam salat, (b) apa etika seorang imam, (c)
apa kewajiban makmum, dan (d) hak-hak makmum. Secara fiqhiyyah, siapa
saja dengan syarat-syarat tertentu bisa menjadi imam salat, tetapi
pada hakekatnya, karena salat merupakan amal ibadah dimana manusia
menghadap, melapor dan berdialog dengan Tuhan Yang Maha Agung, maka
hanya orang-orang tertentu yang layak menjadi imam salat jamaah.

Imam Ghazali dalam Ihya `Ulum ad Din, kitab fiqh yang sufistik,
menyebut enam kriteria persyaratan etis seorang imam. (1) Mempunyai
kredibilitas moral dan senioritas keilmuan agama; Bermakmum kepada
orang yang dikenal rendah kredibilitasnya akan membuat makmum tidak
dapat tuma'ninah (2) Tidak boleh rangkap jabatan, sebagai muazzin dan
imam sekaligus, (3) Sang imam sendiri harus terbiasa disiplin salat
awal waktu setiap harinya, (4) Imam harus ikhlas menjalankan amanah
Allah, (5) Sebelum bertakbir harus meyakinkan dirinya bahwa barisan
makmum di belakangnya telah berbaris rapih, dan (6) bertakbir dengan
suara lantang serta membaca Al Qur'an dengan fasih.

Shalat berjamaah melambangkan sistem kepemimpinan dalam masyarakat,
oleh karena itu, karena seorang imam akan menjadi panutan yang diikuti
secara patuh oleh makmum di belakangnya, maka seorang imam harus
mengerti aspirasi makmum di belakangnya. Seorang imam salat berjamaah
tidak boleh beruku' atau sujud berlama-lama, karena belum tentu semua
makmum di belakangnya sanggup melakukannya.

Ia juga tidak boleh membaca ayat Al Qur'an terlalu panjang sekiranya
ia tahu bahwa jamaah di belakangnya sedang berpacu dengan berbagai
urusan pekerjaan. Imam juga harus memberi peluang makmum menggenapi
kekurangannya, yakni diam sejenak sebelum membaca ayat Al Qur'an,
memberi kesempatan makmum yang belum sempurna membaca Fatihah.

Laiknya sistem kepemimpinan, makmum harus patuh total mengikuti gerak
imam yang sudah dipilih secara syah, tidak boleh pula mendahului
gerakan imam, tetapi jika imam melakukan kekeliruan, makmum diberi hak
untuk mengingatkan, yakni dengan mengucapkan kalimat Subhanallah.

Sebagai imbangan dari keharusan makmum mematuhi imam, seorang imam
secara sportif langsung harus mengundurkan diri jika di tengah-tengah
salat ia terkena hadas, buang angin misalnya, karena buang angin
membatalkan wudu, dan batalnya wudu membuat salatnya tidak sah.

"Jabatan" Imam salat sangat tinggi kedudukannya dalam agama, melebihi
jabatan muazzin. Tetapi profesi imam bukan bersifat duniawi, oleh
karena itu banyak orang justeru merasa tidak layak menjadi imam salat
jamaah. Para sahabat dulu juga tidak berebutan untuk menjadi imam,
sebaliknya justru saling dorong-mendorong yang lain. Seorang imam
salat yang ideal adalah imam yang bisa meneladani perilaku Rasulullah
dan sahabat model Abu Bakar dan Umar bin Khattab. Imam salat adalah
teladan bagi makmum, karena semua gerakan imam akan diikuti oleh
makmum di belakangnya. Karena itu Imam Ghazali membuat bab tentang
imam dengan judul (al-bab fi al imamah wa al qudwah) Bab tentang
keimaman dan keteladanan di dalam buku karya utamanya Ihya'.

sumber, http://mubarok-institute.blogspot.com/


Men are Priceless



While on a road trip, an elderly couple stopped at a roadside restaurant for lunch. After finishing their meal, they left the restaurant, and resumed their trip. When leaving, the elderly woman unknowingly left her glasses on the table, and she didn't miss them until they had been driving about forty minutes. By then, to add to the aggravation, they had to travel quite a distance before they could find a place to turn around, in order to return to the restaurant to retrieve her glasses. All the way back, the elderly husband became the classic grouchy old man. He fussed and complained, and scolded his wife relentlessly during the entire return drive. The more he chided her, the more agitated he became. He just wouldn't let up one minute. To her relief, they finally arrived at the restaurant. As the woman got out of the car, and hurried inside to retrieve her glasses, the old geezer yelled to her, 'While you're in there, you might as well get my hat and the credit card.'

Krisis subprime di Amerika Serikat


Kalau Langit Masih Kurang Tinggi.
Oleh: Dahlan Iskan.

Meski saya bukan ekonom, banyak pembaca tetap minta saya
''menceritakan" secara awam mengenai hebatnya krisis keuangan di AS
saat ini. Seperti juga, banyak pembaca tetap bertanya tentang sakit
liver, meski mereka tahu saya bukan dokter. Saya coba:

Semua perusahaan yang sudah go public lebih dituntut untuk terus
berkembang di semua sektor. Terutama labanya. Kalau bisa, laba sebuah
perusahaan publik terus meningkat sampai 20 persen setiap tahun. Soal
caranya bagaimana, itu urusan kiat para CEO dan Direkturnya. .

Pemilik perusahaan itu (para pemilik saham) biasanya sudah tidak mau
tahu lagi apa dan bagaimana perusahaan tersebut dijalankan. Yang
mereka mau tahu adalah dua hal yang terpenting saja: harga sahamnya
harus terus naik dan labanya harus terus meningkat

Perusahaan publik di AS biasanya dimiliki ribuan atau ratusan ribu
orang, sehingga mereka tidak peduli lagi dengan tetek-bengek
perusahaan mereka.

Mengapa mereka menginginkan harga saham harus terus naik? Agar kalau
para pemilik saham itu ingin menjual saham, bisa dapat harga lebih
tinggi dibanding waktu mereka beli dulu: untung. !

Mengapa laba juga harus terus naik? Agar, kalau mereka tidak ingin
jual saham, setiap tahun mereka bisa dapat pembagian laba (dividen)
yang kian banyak.

Soal cara bagaimana agar keinginan dua hal itu bisa terlaksana dengan
baik, terserah pada CEO-nya. Mau pakai cara kucing hitam atau cara
kucing putih, terserah saja. Sudah ada hukum yang mengawasi cara kerja
para CEO tersebut: hukum perusahaan, hukum pasar modal, hukum pajak,
hokum perburuhan, dan seterusnya.

Apakah para CEO yang harus selalu memikirkan dua hal itu merasa
tertekan dan stres setiap hari? Bukankah sebuah perusahaan kadang bisa
untung, tapi kadang bisa rugi ?

Anehnya, para CEO belum tentu merasa terus-menerus diuber target.
Tanpa disuruh pun para CEO sendiri memang juga menginginkannya..
Mengapa? Pertama, agar dia tidak terancam kehilangan jabatan CEO.
Kedua, agar dia mendapat bonus superbesar yang biasanya dihitung
sekian persen dari laba dan pertumbuhan yang dicapai. Gaji dan bonus
yang diterima para CEO perusahaan besar di AS bisa 100 kali lebih
besar dari gaji Presiden George Bush. Mana bisa dengan gaji sebesar
itu masih stres?

Keinginan pemegang saham dan keinginan para CEO dengan demikian
seperti tumbu ketemu tutup: klop. Maka, semua perusahaan dipaksa untuk
terus-menerus berkembang dan membesar. Kalau tidak ada jalan, harus
dicarikan jalan lain. Kalau jalan lain tidak ditemukan, bikin jalan
baru. Kalau bikin jalan baru ternyata sulit, ambil saja jalannya orang
lain. Kalau tidak boleh diambil? Beli! Kalau tidak dijual? Beli dengan
cara yang licik -dan kasar! Istilah populernya hostile take over.
Kalau masih tidak bisa juga, masih ada jalan aneh: minta politisi
untuk bikinkan berbagai peraturan yang memungkinkan perusahaan bisa
mendapat jalan.

Kalau perusahaan terus berkembang, semua orang happy. CEO dan para
direkturnya happy karena dapat bonus yang mencapai Rp 500 miliar
setahun. Para pemilik saham juga happy karena kekayaannya terus naik.
Pemerintah happy karena penerimaan pajak yang terus membesar. Politisi
happy karena dapat dukungan atau sumber dana.

Dengan gambaran seperti itulah ekonomi AS berkembang pesat dan
kesejahteraan rakyatnya meningkat. Semua orang lantas mampu membeli
kebutuhan hidupnya. Kulkas, TV, mobil, dan rumah laku dengan kerasnya.
Semakin banyak yang bisa membeli barang, ekonomi semakin maju lagi.
Karena itu, AS perlu banyak sekali barang. Barang apa saja. Kalau
tidak bisa bikin sendiri, datangkan saja dari Tiongkok atau Indonesia
atau negara lainnya. Itulah yang membuat Tiongkok bisa menjual barang
apa saja ke AS yang bisa membuat Tiongkok punya cadangan devisa
terbesar di dunia: USD 2 triliun!

Sudah lebih dari 60 tahun cara ''membesarkan' ' perusahaan seperti itu
dilakukan di AS dengan suksesnya. Itulah bagian dari ekonomi
kapitalis. AS dengan kemakmuran dan kekuatan ekonominya lalu menjadi
penguasa dunia. Tapi, itu belum cukup.
Yang makmur harus terus lebih makmur. Punya toilet otomatis dianggap
tidak cukup lagi: harus computerized!
Bonus yang sudah amat besar masih kurang besar. Laba yang terus
meningkat harus terus mengejar langit. Ukuran perusahaan yang sudah
sebesar gajah harus dibikin lebih jumbo. Langit, gajah, jumbo juga
belum cukup.
Ketika semua orang sudah mampu beli rumah, mestinya tidak ada lagi
perusahaan yang jual rumah. Tapi, karena perusahaan harus terus
meningkat, dicarilah jalan agar penjualan rumah tetap bisa dilakukan
dalam jumlah
yang kian banyak. Kalau orangnya sudah punya rumah, harus diciptakan
agar kucing atau anjingnya juga punya rumah. Demikian juga mobilnya.
Tapi, ketika anjingnya pun sudah punya rumah, siapa pula yang akan
beli rumah?

Kalau tidak ada lagi yang beli rumah, bagaimana perusahaan bisa lebih
besar? Bagaimana perusahaan penjamin bisa lebih besar? Bagaimana
perusahaan alat-alat bangunan bisa lebih besar? Bagaimana bank bisa
lebih besar? Bagaimana notaris bisa lebih besar? Bagaimana perusahaan
penjual kloset bisa lebih besar? Padahal, doktrinnya, semua perusahaan
harus semakin besar?

Ada jalan baru. Pemerintah AS-lah yang membuat jalan baru itu. Pada
1980, pemerintah bikin keputusan yang disebut ''Deregulasi Kontrol
Moneter''. Intinya, dalam hal kredit rumah, perusahaan realestat
diperbolehkan menggunakan variabel bunga. Maksudnya: boleh mengenakan
bunga tambahan dari bunga yang sudah ditetapkan secara pasti.
Peraturan baru itu berlaku dua tahun kemudian.
Inilah peluang besar bagi banyak sektor usaha: realestat, perbankan,
asuransi, broker, underwriter, dan seterusnya. Peluang itulah yang
dimanfaatkan perbankan secara nyata.

Begini ceritanya:

Sejak sebelum 1925, di AS sudah ada UU Mortgage. Yakni, semacam
undang-undang kredit pemilikan rumah (KPR). Semua warga AS, asalkan
memenuhi syarat tertentu, bisa mendapat mortgage (anggap saja seperti
KPR, meski tidak sama).

Misalnya, kalau gaji seseorang sudah Rp 100 juta setahun, boleh ambil
mortgage untuk beli rumah seharga Rp 250 juta. Cicilan bulanannya
ringan karena mortgage itu berjangka 30 tahun dengan bunga 6 persen
setahun.
Negara-negara maju, termasuk Singapura, umumnya punya UU Mortgage.
Yang terbaru adalah UU Mortgage di Dubai. Sejak itu, penjualan
properti di Dubai naik 55 persen. UU Mortgage tersebut sangat ketat
dalam menetapkan syarat orang yang bisa mendapat mortgage.

Dengan keluarnya ''jalan baru'' pada 1980 itu, terbuka peluang untuk
menaikkan bunga. Bisnis yang terkait dengan perumahan kembali hidup.
Bank bisa dapat peluang bunga tambahan. Bank menjadi lebih agresif.
Juga para broker dan bisnis lain yang terkait.

Tapi, karena semua orang sudah punya rumah, tetap saja ada hambatan.
Maka, ada lagi ''jalan baru'' yang dibuat pemerintah enam tahun
kemudian. Yakni, tahun 1986.

Pada 1986 itu, pemerintah menetapkan reformasi pajak.. Salah satu
isinya: pembeli rumah diberi keringanan pajak. Keringanan itu juga
berlaku bagi pembelian rumah satu lagi. Artinya, meski sudah punya
rumah, kalau mau beli rumah satu lagi, masih bisa dimasukkan dalam
fasilitas itu.
Di negara-negara maju, sebuah keringanan pajak mendapat sambutan yang
luar biasa. Di sana pajak memang sangat tinggi. Bahkan, seperti di
Swedia atau Denmark , gaji seseorang dipajaki sampai 50 persen.
Imbalannya, semua keperluan hidup seperti sekolah dan pengobatan
gratis. Hari tua juga terjamin.

Dengan adanya fasilitas pajak itu, gairah bisnis rumah meningkat
drastic menjelang 1990. Dan terus melejit selama 12 tahun berikutnya.
Kredit yang disebut mortgage yang biasanya hanya USD 150 miliar
setahun langsung menjadi dua kali lipat pada tahun berikutnya.
Tahun-tahun berikutnya terus meningkat lagi. Pada 2004 mencapai hampir
USD 700 miliar setahun.
Kata ''mortgage'' berasal dari istilah hukum dalam bahasa Prancis.
Artinya: matinya sebuah ikrar. Itu agak berbeda dari kredit rumah.
Dalam mortgage, Anda mendapat kredit. Lalu, Anda memiliki rumah. Rumah
itu Anda serahkan kepada pihak yang memberi kredit. Anda boleh
menempatinya selama cicilan Anda belum lunas.

Karena rumah itu bukan milik Anda, begitu pembayaran mortgage macet,
rumah itu otomatis tidak bisa Anda tempati. Sejak awal ada ikrar bahwa
itu bukan rumah Anda. Atau belum. Maka, ketika Anda tidak membayar
cicilan, ikrar itu dianggap mati. Dengan demikian, Anda harus langsung
pergi dari rumah tersebut.

Lalu, apa hubungannya dengan bangkrutnya investment banking seperti
Lehman Brothers?

Gairah bisnis rumah yang luar biasa pada 1990-2004 itu bukan hanya
karena fasilitas pajak tersebut. Fasilitas itu telah dilihat oleh
''para pelaku bisnis keuangan'' sebagai peluang untuk membesarkan
perusahaan dan meningkatkan laba.

Warga terus dirangsang dengan berbagai iklan dan berbagai fasilitas
mortgage. Jor-joran memberi kredit bertemu dengan jor-joran membeli
rumah. Harga rumah dan tanah naik terus melebihi bunga bank.
Akibatnya, yang pintar bukan hanya orang-orang bank, tapi juga para
pemilik rumah. Yang rumahnya sudah lunas, di-mortgage- kan lagi untuk
membeli rumah berikutnya. Yang belum memenuhi syarat beli rumah pun
bias mendapatkan kredit dengan harapan toh harga rumahnya terus naik.
Kalau toh suatu saat ada yang tidak bisa bayar, bank masih untung.
Jadi, tidak ada kata takut dalam memberi kredit rumah.

Tapi, bank tentu punya batasan yang ketat sebagaimana diatur dalam
undang-undang perbankan yang keras.

Sekali lagi, bagi orang bisnis, selalu ada jalan. Jalan baru itu
adalah ini: bank bisa bekerja sama dengan ''bank jenis lain'' yang
disebut investment banking.

Apakah investment banking itu bank? Bukan. Ia perusahaan keuangan yang
''hanya mirip'' bank. Ia lebih bebas daripada bank. Ia tidak terikat
peraturan bank. Bisa berbuat banyak hal: menerima macam-macam
''deposito'' dari para pemilik uang, meminjamkan
uang, meminjam uang, membeli perusahaan, membeli saham, menjadi
penjamin, membeli rumah, menjual rumah, private placeman, dan apa pun
yang orang
bisa lakukan. Bahkan, bisa melakukan apa yang orang tidak
pernah memikirkan! Lehman Brothers, Bear Stern, dan banyak lagi adalah
jenis investment banking itu.

Dengan kebebasannya tersebut, ia bisa lebih agresif. Bisa memberi
pinjaman tanpa ketentuan pembatasan apa pun. Bisa membeli perusahaan
dan menjualnya kapan saja. Kalau uangnya tidak cukup, ia bisa pinjam
kepada siapa saja: kepada bank lain atau kepada sesama investment
banking. Atau, juga kepada orang-orang kaya yang punya banyak uang
dengan istilah ''personal banking''.

Saya sering kedatangan orang dari investment banking seperti itu yang
menawarkan banyak fasilitas. Kalau saya mau menempatkan dana di sana ,
saya dapat bunga lebih baik dengan hitungan yang rumit. Biasanya saya
tidak sanggup mengikuti hitung-hitungan yang canggih itu.
Saya orang yang berpikiran sederhana. Biasanya tamu-tamu seperti itu
saya serahkan ke Dirut Jawa Pos Wenny Ratna Dewi. Yang kalau
menghitung angka lebih cepat dari kalkulator. Kini saya tahu, pada
dasarnya dia tidak menawarkan fasilitas, tapi cari pinjaman untuk
memutar cash-flow.
Begitu agresifnya para investment banking itu, sehingga kalau dulu
hanya orang yang memenuhi syarat (prime) yang bisa dapat mortgage,
yang kurang memenuhi syarat pun (sub-prime) dirangsang untuk minta
mortgage.
Di AS, setiap orang punya rating. Tinggi rendahnya rating ditentukan
oleh besar kecilnya penghasilan dan boros-tidaknya gaya hidup
seseorang. Orang yang disebut prime adalah yang ratingnya 600 ke atas.
Setiap tahun orang bisa memperkirakan sendiri, ratingnya naik atau
turun.
Kalau sudah mencapai 600, dia sudah boleh bercita-cita punya rumah
lewat mortgage. Kalau belum 600, dia harus berusaha mencapai 600. Bisa
dengan terus bekerja keras agar gajinya naik atau terus melakukan
penghematan pengeluaran.

Tapi, karena perusahaan harus semakin besar dan laba harus kian
tinggi, pasar pun digelembungkan. Orang yang ratingnya baru 500 sudah
ditawari mortgage. Toh kalau gagal bayar, rumah itu bisa disita.
Setelah disita, bisa dijual dengan harga yang lebih tinggi dari nilai
pinjaman. Tidak pernah dipikirkan jangka panjangnya.

Jangka panjang itu ternyata tidak terlalu panjang. Dalam waktu kurang
dari 10 tahun, kegagalan bayar mortgage langsung melejit. Rumah yang
disita sangat banyak. Rumah yang dijual kian bertambah. Kian banyak
orang yang jual rumah, kian turun harganya. Kian turun harga, berarti
nilai jaminan rumah itu kian tidak cocok dengan nilai pinjaman. Itu
berarti kian banyak yang gagal bayar.

Bank atau investment banking yang memberi pinjaman telah pula
menjaminkan rumah-rumah itu kepada bank atau investment banking yang
lain. Yang lain itu menjaminkan ke yang lain lagi. Yang lain lagi itu
menjamin an ke yang beriktunya lagi. Satu ambruk, membuat yang lain
ambruk. Seperti kartu domino yang didirikan berjajar. Satu roboh
menimpa kartu lain. Roboh semua.

Berapa ratus ribu atau juta rumah yang termasuk dalam mortgage itu?
Belum ada data. Yang ada baru nilai uangnya. Kira-kira mencapai 5
triliun dolar. Jadi, kalau Presiden Bush merencanakan menyuntik dana
APBN USD 700 miliar, memang perlu dipertanyakan: kalau ternyata dana
itu tidak menyelesaikan masalah, apa harus menambah USD 700 miliar
lagi? Lalu, USD 700 miliar lagi?

Itulah yang ditanyakan anggota DPR AS sekarang, sehingga belum mau
menyetujui rencana pemerintah tersebut. Padahal, jumlah suntikan
sebanyak USD 700 miliar itu sudah sama dengan pendapatan seluruh
bangsa dan Negara Indonesia dijadikan satu.

Jadi, kita masih harus menunggu apa yang akan dilakukan pemerintah dan
rakyat AS. Kita juga masih menunggu data berapa banyak perusahaan dan
orang Indonesia yang ''menabung'' - kan uangnya di lembaga-lembaga
investment banking yang kini lagi pada kesulitan itu.
Sebesar tabungan itulah Indonesia akan terseret ke dalamnya. Rasanya
tidak banyak, sehingga pengaruhnya tidak akan sebesar pengaruhnya pada
Singapura, Hongkong, atau Tiongkok.

Singapura dan Hongkong terpengaruh besar karena dua negara itu menjadi
salah satu pusat beroperasinya raksasa-raksasa keuangan dunia.
Sedangkan Tiongkok akan terpengaruh karena daya beli rakyat AS akan
sangat menurun, yang berarti banyak barang buatan Tiongkok yang tidak
bisa dikirim secara besar-besaran ke sana . Kita, setidaknya, masih
bisa menanam jagung.


Best TV detective series



Monk

Monk is an American dramedy series created by Andy Breckman and starring Tony Shalhoub as the title character.
The show debuted on July 12, 2002, on the USA Network; it completed its sixth season on February 22, 2008 and was renewed for a seventh season which started July 18, 2008 at 9/8c pm.

Plot
Adrian Monk was a brilliant detective who worked for the San Francisco Police Department until his wife, Trudy, was killed by a car bomb, which Monk believed was intended for him (the killer eventually confesses to him that was not the case). Trudy's death led Monk to suffer a nervous breakdown. He was discharged from the force and became a recluse, refusing to leave his house for over three years. With the help of Registered Nurse Sharona Fleming (Bitty Schram), he was finally able to leave the house. The breakthrough allowed him to work as a private detective and a consultant for the homicide unit despite remaining limitations rooted in his obsessive-compulsive disorder, which had grown significantly worse after the tragedy.
Monk's compulsive habits are numerous, and a number of phobias compound his situation. The OCD and plethora of phobias inevitably lead to very awkward situations and cause problems for Monk, and anyone around him, as he goes about investigating the cases. However, these same personal struggles, particularly the OCD, are what aid him in solving cases, resulting in his catchphrase, “It’s a gift... and a curse.”

Captain Leland Stottlemeyer (Ted Levine) and Lieutenant Randall "Randy" Disher (Jason Gray-Stanford) call on Monk when they have trouble with an investigation. Stottlemeyer is often irritated by Monk's disorder, but respects his friend and former colleague's amazing observational abilities, as does Disher. Ever since childhood, Monk's obsessive attention to detail allowed him to spot tiny discrepancies, find patterns, and make connections that others often fail to make. Monk continues to search for information about his wife's death, the one case he has been unable to solve.

When Sharona decides to re-marry her ex-husband and moves back to New Jersey, Natalie Teeger (Traylor Howard), a widow and mother of an eleven-year-old daughter, is hired as Monk's new assistant. Monk has a brother, Ambrose, and a half-brother, Jack, Jr.

Stock market



Once upon a time a man appeared in a village and announced to the villagers that he would buy monkeys for $10 each.

The villagers, seeing that there were many monkeys around, went out to the forest and started catching them.

The man bought thousands at $10 and, as supply started to diminish, the villagers stopped their effort. He next announced that he would now buy monkeys at $20 each. This renewed the efforts of the villagers and they started catching monkeys again.

Soon the supply diminished even further and people started going back to their farms. The offer increased to $25 each and the supply of monkeys became so scarce it was an effort to even find a monkey, let alone catch it!

The man now announced that he would buy monkeys at $50 each! However, since he had to go to the city on some business, his assistant would buy on his behalf.

In the absence of the man, the assistant told the villagers: "Look at all these monkeys in the big cage that the man has already collected. I will sell them to you at $35 and when the man returns from the city, you can sell them to him for $50 each."

The villagers rounded up all their savings and bought all the monkeys.


They never saw the man or his assistant again, only lots and lots of monkeys!

Now you have a better understanding of how the stock market works.



Info : Pidato Steve Jobs di Acara Wisuda Stanford University



It's an inspiring one, indeed.


How the wisdom of God leads man's knowledge and understanding to the essence of life.


Sederhana tapi maknanya dalam sekali.



Pidato Steve Jobs di Acara Wisuda Stanford University

Saya merasa bangga di tengah-tengah Anda sekarang, yang akan segera lulus dari salah satu universitas terbaik di dunia. Saya tidak pernah selesai kuliah. Sejujurnya, baru saat inilah saya merasakan suasana wisuda. Hari ini saya akan menyampaikan tiga cerita pengalaman hidup saya. Ya, tidak perlu banyak. Cukup tiga.

Cerita Pertama:
Menghubungkan Titik-Titik

Saya drop out (DO) dari Reed College setelah semester pertama, namun saya tetap berkutat di situ sampai 18 bulan kemudian, sebelum betul-betul putus kuliah. Mengapa saya DO? Kisahnya dimulai sebelum saya lahir. Ibu kandung saya adalah mahasiswi belia yang hamil karena "kecelakaan" dan memberikan saya kepada seseorang untuk diadopsi. Dia bertekad bahwa saya harus diadopsi oleh keluarga sarjana, maka saya pun diperjanjikan untuk dipungut anak semenjak lahir oleh seorang pengacara dan istrinya. Sialnya, begitu saya lahir, tiba-tiba mereka berubah pikiran karena ingin bayi perempuan. Maka orang tua saya sekarang, yang ada di daftar urut berikutnya, mendapatkan telepon larut malam dari seseorang:
"kami punya bayi laki-laki yang batal dipungut; apakah Anda berminat? Mereka menjawab: "Tentu saja." Ibu kandung saya lalu mengetahui bahwa ibu angkat saya tidak pernah lulus kuliah dan ayah angkat saya bahkan tidak tamat SMA. Dia menolak menandatangani perjanjian adopsi. Sikapnya baru melunak beberapa bulan kemudian, setelah orang tua saya berjanji akan menyekolahkan saya sampai perguruan tinggi.

Dan, 17 tahun kemudian saya betul-betul kuliah. Namun, dengan naifnya saya memilih universitas yang hampir sama mahalnya dengan Stanford, sehingga seluruh tabungan orang tua saya- yang hanya pegawai rendahan- habis untuk biaya kuliah. Setelah enam bulan, saya tidak melihat manfaatnya. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dalam hidup saya dan bagaimana kuliah akan membantu saya menemukannya. Saya sudah menghabiskan seluruh tabungan yang dikumpulkan orang tua saya seumur hidup mereka. Maka, saya pun memutuskan berhenti kuliah, yakin bahwa itu yang terbaik. Saat itu rasanya menakutkan, namun sekarang saya menganggapnya sebagai keputusan terbaik yang pernah saya ambil. Begitu DO, saya langsung berhenti mengambil kelas wajib yang tidak saya minati dan mulai mengikuti perkuliahan yang saya sukai.

Masa-masa itu tidak selalu menyenangkan. Saya tidak punya kamar kos sehingga nebeng tidur di lantai kamar teman-teman saya. Saya mengembalikan botol Coca-Cola agar dapat pengembalian 5 sen untuk membeli makanan. Saya berjalan 7 mil melintasi kota setiap Minggu malam untuk mendapat makanan enak di biara Hare Krishna. Saya menikmatinya. Dan banyak yang saya temui saat itu karena mengikuti rasa ingin tahu dan intuisi, ternyata kemudian sangat berharga. Saya beri Anda satu contoh: ReedCollegemungkin waktu itu adalah yang terbaik di AS dalam hal kaligrafi.Di seluruh penjuru kampus, setiap poster, label, dan petunjuk ditulis tangan dengan sangat indahnya. Karena sudah DO, saya tidak harus mengikuti perkuliahan normal. Saya memutuskan mengikuti kelas kaligrafi guna mempelajarinya. Saya belajar jenis-jenis huruf serif dan san serif, membuat variasi spasi antar
kombinasi kata dan kiat membuat tipografi yang hebat. Semua itu merupakan kombinasi cita rasa keindahan, sejarah dan seni yang tidak dapat ditangkap melalui sains. Sangat menakjubkan. Saat itu sama sekali tidak terlihat manfaat kaligrafi bagi kehidupan saya. Namun sepuluh tahun kemudian, ketika kami mendisain komputer Macintosh yang pertama, ilmu itu sangat bermanfaat. Mac adalah komputer pertama yang bertipografi cantik. Seandainya saya tidak DO dan mengambil kelas kaligrafi, Mac tidak akan memiliki sedemikian banyak huruf yang beragam bentuk dan proporsinya. Dan karena Windows menjiplak Mac, maka tidak ada PC yang seperti itu. Andaikata saya tidak DO, saya tidak berkesempatan mengambil kelas kaligrafi, dan PC tidak memiliki tipografi yang indah. Tentu saja, tidak mungkin merangkai cerita seperti itu sewaktu saya masih kuliah. Namun, sepuluh tahun kemudian segala sesuatunya menjadi gamblang. Sekali lagi, Anda tidak akan dapat merangkai titik dengan melihat ke depan; Anda hanya bisa melakukannya dengan merenung ke belakang. Jadi, Anda harus percaya bahwa titik-titik Anda bagaimana pun akan terangkai di masa mendatang. Anda harus percaya dengan intuisi, takdir, jalan hidup, karma Anda, atau istilah apa pun lainnya. Pendekatan ini efektif dan membuat banyak perbedaan dalam kehidupan saya.

Cerita Kedua
Saya: Cinta dan Kehilangan.
Saya beruntung karena tahu apa yang saya sukai sejak masih muda.Woz dan saya mengawali Apple di garasi orang tua saya ketika saya berumur 20 tahun. Kami bekerja keras dan dalam 10 tahun Apple berkembang dari hanya kami berdua menjadi perusahaan 2 milyar dolar dengan 4000 karyawan. Kami baru meluncurkan produk terbaik kami-Macintosh- satu tahun sebelumnya, dan saya baru menginjak usia 30. Dan saya dipecat. Bagaimana mungkin Anda dipecat oleh perusahaan yang Anda dirikan? Yah, itulah yang terjadi. Seiring pertumbuhan Apple, kami merekrut orang yang saya pikir sangat berkompeten untuk menjalankan perusahaan bersama saya. Dalam satu tahun pertama,semua berjalan lancar. Namun, kemudian muncul
perbedaan dalam visi kami mengenai masa depan dan kami sulit disatukan. Komisaris ternyata berpihak padanya. Demikianlah, di usia 30 saya tertendang. Beritanya ada di mana-mana. Apa yang menjadi fokus sepanjang masa dewasa saya, tiba-tiba sirna. Sungguh menyakitkan.

Dalam beberapa bulan kemudian, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya merasa telah mengecewakan banyak wirausahawan generasi sebelumnya saya gagal mengambil kesempatan. Saya bertemu dengan David Packard dan Bob Noyce dan meminta maaf atas keterpurukan saya. Saya menjadi tokoh publik yang gagal, dan bahkan berpikir untuk lari dari Silicon Valley. Namun, sedikit demi sedikit semangat timbul kembali- saya masih menyukai pekerjaan saya. Apa yang terjadi di Apple sedikit pun tidak mengubah saya. Saya telah ditolak, namun saya tetap cinta. Maka, saya putuskan untuk mulai lagi dari awal. Waktu itu saya tidak melihatnya, namun belakangan baru saya sadari bahwa dipecat dari Apple adalah kejadian terbaik yang menimpa saya. Beban berat sebagai orang sukses tergantikan oleh keleluasaan sebagai pemula, segala sesuatunya lebih tidak jelas. Hal itu mengantarkan saya pada periode paling kreatif dalam hidup saya.

Dalam lima tahun berikutnya, saya mendirikan perusahaan bernama NeXT, lalu Pixar, dan jatuh cinta dengan wanita istimewa yang kemudian menjadi istri saya. Pixar bertumbuh menjadi perusahaan yang menciptakan film animasi komputer pertama,Toy Story, dan sekarang merupakan studio animasi paling sukses di dunia. Melalui rangkaian peristiwa yang menakjubkan, Apple membeli NeXT, dan saya kembali lagi ke Apple, dan teknologi yang kami kembangkan di NeXT menjadi jantung bagi kebangkitan kembali Apple. Dan, Laurene dan saya memiliki keluarga yang luar biasa. Saya yakin takdir di atas tidak terjadi bila saya tidak dipecat dari Apple. Obatnya memang pahit, namun sebagai pasien saya memerlukannya. Kadangkala kehidupan menimpakan batu ke kepala Anda. Jangan kehilangan kepercayaan. Saya yakin bahwa satu-satunya yang membuat saya terus berusaha adalah karena saya menyukai apa yang saya lakukan. Anda harus menemukan apa yang Anda sukai. Itu berlaku baik untuk pekerjaan maupun pasangan hidup Anda. Pekerjaan Anda akan menghabiskan sebagian besar hidup Anda, dan kepuasan sejati hanya dapat diraih dengan mengerjakan sesuatu yang hebat. Dan Anda hanya bisa hebat bila mengerjakan apa yang Anda sukai. Bila Anda belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan menyerah. Hati Anda akan mengatakan bila Anda telah menemukannya. Sebagaimana halnya dengan hubungan hebat lainnya, semakin lama-semakin mesra Anda dengannya. Jadi, teruslah mencari sampai ketemu. Jangan berhenti.

Cerita Ketiga
Saya: Kematian
Ketika saya berumur 17, saya membaca ungkapan yang kurang lebih berbunyi: "Bila kamu menjalani hidup seolah-olah hari itu adalah hari terakhirmu, maka suatu hari kamu akan benar." Ungkapan itu membekas dalam diri saya, dan semenjak saat itu, selama 33 tahun terakhir, saya selalu melihat ke cermin setiap pagi dan bertanya kepada diri sendiri: "Bila ini adalah hari terakhir saya, apakah saya tetap melakukan apa yang akan saya lakukan hari ini?" Bila jawabannya selalu "tidak" dalam beberapa hari berturut- turut, saya tahu saya harus berubah. Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah kiat penting yang saya temukan untuk membantu membuat keputusan besar. Karena hampir segala sesuatu-semua harapan eksternal, kebanggaan, takhut malu atau gagal- tidak lagi bermanfaat saat menghadapi kematian.Hanya yang hakiki yang tetap ada. Mengingat kematian adalah cara terbaik yang saya tahu untuk menghindari jebakan berpikir bahwa Anda akan kehilangan sesuatu.Anda tidak memiliki apa-apa. Sama sekali tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kata hati Anda.



Sekitar setahun yang lalu saya didiagnosis mengidap kanker. Saya menjalani scan pukul 7:30 pagi dan hasilnya jelas menunjukkan saya memiliki tumor pankreas. Saya bahkan tidak tahu apa itu pankreas. Para dokter mengatakan kepada saya bahwa hampir pasti jenisnya adalah yang tidak dapat diobati. Harapan hidup saya tidak lebih dari 3-6 bulan. Dokter menyarankan saya pulang ke rumah dan membereskan segala sesuatunya, yang merupakan sinyal dokter agar saya bersiap mati. Artinya, Anda harus menyampaikan kepada anak Anda dalam beberapa menit segala hal yang Anda rencanakan dalam sepuluh tahun mendatang. Artinya, memastikan bahwa segalanya diatur agar mudah bagi keluarga Anda. Artinya, Anda harus mengucapkan selamat tinggal. Sepanjang hari itu saya menjalani hidup berdasarkan diagnosis tersebut. Malam harinya, mereka memasukkan endoskopi ke tenggorokan, lalu ke perut dan lambung, memasukkan jarum ke pankreas saya dan mengambil beberapa sel tumor. Saya dibius, namun istri saya, yang ada di sana, mengatakan bahwa ketika melihat selnya di bawah mikroskop, para dokter menangis mengetahui bahwa jenisnya adalah kanker pankreas yang sangat jarang, namun bisa diatasi dengan operasi. Saya dioperasi dan sehat sampai sekarang.

Itu adalah rekor terdekat saya dengan kematian dan berharap terus begitu hingga beberapa dekade lagi.Setelah melalui pengalaman tersebut, sekarang saya bisa katakan dengan yakin kepada Anda bahwa menurut konsep pikiran, kematian adalah hal yang berguna: Tidak ada orang yang ingin mati. Bahkan orang yang ingin masuk surga pun tidak ingin mati dulu untuk mencapainya. Namun, kematian pasti menghampiri kita. Tidak ada yang bisa mengelak. Dan, memang harus demikian, karena kematian adalah buah terbaik dari kehidupan. Kematian membuat hidup berputar. Dengannya maka yang tua menyingkir untuk digantikan yang muda. Maaf bila terlalu dramatis menyampaikannya, namun memang begitu. Waktu Anda terbatas, jadi jangan sia-siakan dengan menjalani hidup orang lain. Jangan terperangkap dengan dogma-yaitu hidup bersandar pada hasilpemikiran orang lain. Jangan biarkan omongan orang menulikan Anda sehingga tidak mendengar kata hati Anda. Dan yang terpenting, miliki keberanian untuk mengikuti kata hati dan intuisi Anda, maka Anda pun akan sampai pada apa yang Anda inginkan. Semua hal lainnya hanya nomor dua.

Ketika saya masih muda, ada satu penerbitan hebat yang bernama "The Whole Earth Catalog", yang menjadi salah satu buku pintar generasi saya. Buku itu diciptakan oleh seorang bernama Stewart Brand yang tinggal tidak jauh dari sini di Menlo Park, dan dia membuatnya sedemikian menarik dengan sentuhan puitisnya. Waktu itu akhir 1960-an, sebelum era komputer dan desktop publishing, jadi semuanya dibuat dengan mesin tik, gunting, dan kamera polaroid. Mungkin seperti Google dalam bentuk kertas, 35 tahun sebelum kelahiran Google: isinya padat dengan tips-tips ideal dan ungkapan-ungkapan hebat. Stewart dan timnya sempat menerbitkan beberapa edisi "The Whole Earth Catalog", dan ketika mencapai titik ajalnya, mereka membuat edisi terakhir. Saat itu pertengahan 1970-an dan saya masih seusia Anda. Di sampul belakang edisi terakhir itu ada satu foto jalan pedesaan di pagi hari, jenis yang mungkin Anda lalui jika suka bertualang. Di bawahnya ada kata-kata: "Stay Hungry. Stay Foolish." (Jangan Pernah Puas. Selalu Merasa Bodoh). Itulah pesan perpisahan yang dibubuhi tanda tangan mereka. Stay Hungry. Stay Foolish. Saya selalu mengharapkan diri saya begitu. Dan sekarang, karena Anda akan lulus untuk memulai kehidupan baru, saya harapkan Anda juga begitu. Stay Hungry. Stay Foolish.

 

tersenyumlah



Senyum tidak mengeluarkan biaya tetapi manfaatnya sangat nyata:



  1. Senyum memperkaya orang yang menerimanya tetapi tidak mempermiskin orang yang memberinya.

  2. Senyum berlangsung singkat tetapi bisa dikenang untuk waktu yang lama

  3. Tak ada seorangpun di dunia ini yang sangat kaya sehingga tidak membutuhkan senyuman dan tidak ada seorangpun yang terlalu miskin sehingga tidak mampu memberi senyuman.

  4. Senyum memberikan kebahagiaan di rumah, memberi semangat di tempat kerja dan memperindah persabahatan.

  5. Senyum adalah tempat istirahat bagi yang kelelahan, cahaya bagi yang patah semangat, matahari bagi yang bersedih, dan karunia alam terbaik untuk mengatasi kesulitan.

  6. Senyum tulus tidak bisa diminta, dibeli, dipinjam atau dicuri.? Senyuman tulus diberi dengan kerelaan hati.

  7. Kadang-kadang orang-orang di sekitar kita terlalu lelah untuk memberi senyuman.? Tidak ada salahnya kalau kita yang terlebih dahulu tersenyum kepada mereka.

Pendek kata, senyum sangat dibutuhkan oleh orang yang sudah tidak bisa lagi memberi, namun kerinduan untuk memberi itu masih berkobar-kobar di hati.

Tersenyum adalah satu lagi berkat yang dapat kita berikan bagi sesama kita. Memang tidak mudah untuk tersenyum ketika kita baru saja mengalami kejadian yang tidak menyenangkan. Tetapi jika kita melakukan segala sesuatu berdasarkan kasih kepada Tuhan dan sesama maka kita pasti bisa tersenyum. Dengan tersenyum, kita sudah menjadi berkat di dunia kerja.
SENYUMAN ADALAH EKSPRESI KEGEMBIRAAN
(
Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang)



Striptis egg.. Naughty.. naughty...